ABRAHAM GENTA BUWANA/EKSPRESI
KOMPETISI: Platinum menjadi ajang adu bakat basket antar-SMA yang digelar Delayota.

KOMPETISI basket makin digemari pelajar Jogja. Mulai 7-13 Februari lalu SMAN 8 Jogja (Delayota) menjadi sekolah yang menyelenggarakan kompetisi basket di awal 2016 tingkat SMA.

Melalui Platinum42, mereka menyaring 32 peserta yang terdiri 16 tim putra dan 16 tim putri. Kegiatan yang selalu berhasil di setiap tahunnya justru memberikan tantangan di tahun ini. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa inovasi baru di dalam pengadaan acaranya.

Satu hal yang beda dari tahun-tahun sebelumnya adalah sistem pertandingan. Pada tim putra yang biasanya dibuat sistem gugur justru disusun berdasarkan sistem pool, yang masing-masing grup terdiri dari empat tim. Sehingga, tim putra dapat merasakan tiga kali pertandingan.

Sistem pertandingan ini tentu menyita banyak waktu. Diakui ketua panitia, Rifandy Agung bahwa pertandingan ini berlangsung sejak jam 14.00 – 22.00 tiap hari. “Kami ingin membuat inovasi. Berbeda dari sistem pertandingan lain. Karena ini konsekuensinya, ya kamu sudah siap. ”
“Sebagai pembimbing kami hanya dapat memberikan semangat untuk para siswa. Kami hanya menekankan bahwa setiap keputusan pasti ada konsekuensi, sehingga mereka juga ikut belajar untuk ikut berfikir panjang ke depannya,” ujar Hanindito Hadikusumo, guru pembimbing Platinum 42. Guru yang sekaligus coach basket ini menegaskan bahwa lewat event ini diharapkan panitia matang mengambil keputusan.

Para panitia memang banyak belajar dari pengalaman-pengalaman di event sebelumnya. Hal ini terbukti pada suguhan di hari terakhir, Final Platinum menyuguhkan lighting show dengan penampilan dance dari Flash All Star.

Final berakhir dengan kemenangan tim putra SMA Bopkri 1 Jogja (48) atas SMA Kolese De Britto (65). Selamat teman-teman panitia #Platinum42, sukses untuk event berikutnya. (val/iwa/ong)