ABRAHAM GENTA BUWANA/EKSPRESI
MERIAH DAN SUKSES: Pagelaran Teater Puspanegara SMAN 5 Jogja mengangkat cerita Republik Petruk di TBY.

KALI pertama menggelar acara teater. Kali pertama pula meraih meraih kesuksesan. Demikian yang dirasakan para penggawa Teater Puspanegara SMAN 5 Jogja. Mereka layak mendapatkan penghargaan dengan pagelaran tunggal mereka Republik Petruk, Minggu lalu.

Sebelum pentas digelar, Amanda Rosyidah, peraih juara satu MTQ Pelajar SMA Se-DIJ 2014, membacakan ayar Quran. Dipandu pembawa acara kocak, pagelaran teater berlangsung meriah.

Kepala SMAN 5 Jogja, Jumiran, mengatakan siswa diharap dapat mengembangkan teater dengan pagelaran tersebut. ‘’Potensi seni bisa digali dengan pementasan ini,” tegas Jumiran.

Cerita Republik Petruk tersebut karya Nano Riantiarno. Dikemas dalam drama musikal membuat pementasan ini semakin menarik, ditambah dengan kolaborasi musik gamelan dari komunitas Gendhing Prasojo.

Cerita yang diadaptasi dari kelompok seni Teater Koma ini mengajarkan masyarakat bersikap nasionalis dan peduli sesame. Terutama untuk tidak serakah terhadap setiap hal yang merugikan orang lain.

Walau perdana diadakan, kerja keras panitia terbayarkan dengan habisnya tiket yang dijual. Kursi penonton pun penuh di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) ini.

“Untuk event pertama ini memang kami gencarkan publikasinya. Seperti koran, radio, TV, hingga videotron yang saat ini semakin banyak di sudut-sudut kota Jogja,” ujar Iqra Kalam Akbari, Pimpinan Produksi Pagtung Puspanegara 2016.

Iqra mengatakan teater sekolahnya sudah semakin maju. Mampu menciptakan alur cerita lebih kreatif serta menghibur penonton. (val/iwa/ong)