Rahma Hanum Amalia, siswi SMA Internasional Budi Mulia Dua

ADA segudang cara untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Salah satunya dengan rajin membaca buku berbahasa Inggris. Sebab, akan dapat dua keuntungan sekaligus yakni pintar berbahasa Inggris dan tentu menambah ilmu pengetahuan.

Jika mengelaborasikan manfaat membaca buku dengan keinginan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, pasti hasilnya maksimal. Cara tersebut telah dibuktikan Rahma Hanum Amalia siswi SMA Internasional Budi Mulia Dua.

Percobaan pertama Hanum membaca novel bahasa Inggris karena rasa penasaran ingin bisa lancar berbahasa Inggris. Meski membaca adalah hobinya sejak kecil, membaca novel berbahasa inggris belum pernah ia jajal sekalipun sebab sejak SMP dulu dirinya hanya membaca novel-novel teenlit Indonesia.

“Saya nekat baca novel A time to kill karya John Grisham, Sycamore Row karya John Grisham, dan Dark Places karya Gillian Flynn sekaligus,” papar dara pasangan Setyo Sugianto dan Dr. Suci Paramitasari Syahlani.

Ketiga novel tersebut menjadi pemula bahan bacaan berbahasa inggris yang akhirnya membuat dirinya ketagihan. Meski harus bolak balik baca novel kemudian buka kamus karena masih banyak kata-kata yang ga dimengerti. Tapi hal tersebut justru menjadi tantangan baru buat mantan ketua osis SMA Internasional Budi Mulia Dua ini.

Sejak saat itu novel genre paranormal romance, self help, dan motivasi selalu menjadi pilihan Hanum untuk dibaca. Membaca adalah cara terbaik untuk me-refresh-kan otak. Butuh waktu tiga hari untuk membaca satu buku yang tebal sekalipun asalkan topiknya ringan dan menarik.

‘’Banyak riset-riset yang didapat dari membaca novel atau pengetahuan umum yang aku dapat,” ungkap cewek kelahiran 7 Agustus 1998 ini.

Gara-gara keranjingan baca novel, Hanum jadi sering banget ke toko buku untuk beli buku impor. Namun karena cukup menguras kantong akhirnya Hanum berputar otak untuk bisa terus menyalurkan hobinya tersebut.

“Akhirnya aku menemukan teman yang juga suka dengan novel berbahasa inggris. Kamipun sering bertukar novel untuk dipinjam. Dari mereka saya dapat banyak rekomendasi novel-novel yang bagus dan saling membuat referensi buku agar menyalurkan kemampuan menulis pula,” jelas cewek yang pernah menjuarai kompetisi debat NSDC 2015 ini.

Begitu menyenangkan menyalurkan hobi sambil membaca novel berbahasa inggris. Hanum telah membuktikan percobaan tersebut dan tentu saja dirinya makin cas cis cus untuk ngomong bahasa inggris bahkan meraih predikat best speaker dalam kompetisi debat yang diikutinya 2015 lalu.

“Jangan tunda-tunda lagi niat buat belajar bahasa Inggris melalui kegiatan membaca novel karena keseruan akan menghampirimu,” kata Hanum. (rin/iwa/ong)