ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
 
JOGJA – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati (wabup) Sleman, Bantul, dan Gunungkidul masa bakti 2016-2021 di Bangsal Kepatihan Jogja digelar hari ini (17/2). Dua pasang bupati dan wabup merupakan petahana, yakni Bupati Sleman Sri Purnomo yang kali ini berpasangan dengan Sri Muslimatun. Kemudian, Bupati Gunungkidul yang bergandengan dengan Immawan Wahyudi. Sedangkan Bupati dan Wabup Bantul merupakan sosok baru, mereka adalah Suharsono dan Abdul Halim Muslih.

Bupati Bantul terpilih Suharsono yang berpasangan dengan Abdul Halim Muslih berhasil mengambil simpati warga Bumi Projo Tamansari. Mereka mendapatkan suara 53,2 persen mengungguli petahana Sri Surya Widati yang berpasangan dengan Misbahul Munir.

Pasangan ini memiliki program 100 hari langsung kerja, langsung tancap gas. Bupati Bantul terpilih Suharsono menekankan perubahan akan dimulai dari perbaikan di internal birokrasi Pemkab Bantul. Paling mendesak, dia ingin mendengarkan paparan dari tiap SKPD di Pemkab Bantul terkait kondisi masing-masing.

Sejak dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Bantul, Suharsono mengaku sudah mengundang para ahli. “Saya minta mereka buat rencana ke depannya,” ujarnya disela gladi resik pelantikan bupati dan wakil bupati di Bangsal Kepatihan, kemarin (16/2).

Alumni Fakultas Psikologi UGM tersebut mengatakan, akan mengadakan tes kembali kepada para kepala SKPD di Bantul. Salah satunya tes psikologi. Itu untuk mengetahui kemampuan mereka, dan sebagai acuan dalam menempatkan pegawai sesuai kapasitasnya.

Suharsono juga sudah bertemu dengan para kepala SKPD di Bantul. Termasuk yang dulu saat Pilkada 9 Desember 2015 lalu tidak mendukungnya. “Kemarin yang tidak mendukung juga sudah datang minta maaf. Ke depan sudah tidak ada lagi nomor satu atau dua, semua demi kebaikan rakyat Bantul,” ungkap Suharsono yang berpasangan Abdul Halim Muslih.

Sedangkan pasangan bupati dan wabup Sleman serta Gunungkidul juga mengaku telah mempersiapkan program-program kerja untuk membangun wilayahnya. Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku tidak menyiapkan program 100 hari atau dalam jangka waktu tertentu. “Tujuh hari, seratus hari seperti orang meninggal saja. Begitu dilantik langsung menjabarkan visi misi yang disampaikan saat kampanye lalu, kita langsung running,” jelasnya.

Sri Purnomo yang kali ini berpasangan dengan Sri Muslimatun mengatakan, dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan akan melanjutkan yang sudah dirintisnya. Beberapa bidang juga sudah dipetakan untuk menjadi prioritas. “Pendidikan dan kesehatan yang lebih didorong pada periode kali ini,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Gunungkidul Badingah akan lebih fokus pengembangan sektor pariwisata dan seni budaya di kabupaten paling timur DIJ itu. Dalam beberapa tahun terakhir, pasangan petahana Badingah-Immawan Wahyudi mengakui sektor pariwisata di Gunungkidul memang berkembang pesat. Begitu pula untuk seni budaya seperti tradisi merti dusun dan rasulan yang menjadi daya tarik. “Pernah dulu dalam sehari ada undangan 46 acara rasulan, sampai bingung mau datang kemana” tuturnya.

Pasangan yang diusung oleh PAN, Partai Golkar, Nasdem, dan Hanura ini ingin mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing dan sejahtera. “Periode ini lebih memantapkan pengelolaan pariwisata yang professional,” ungkapnya.

Undang 600 Undangan saat Pelantikan

Sementara itu, saat pelantikan hari ini ada sekitar 600 undangan yang akan hadir. Undangan mulai dari camat dan tokoh masyarakat di tiga kabupaten hingga jajaran Forkompinda DIJ. Bahkan, mantan calon presiden Prabowo Subiyanto dijadwalkan juga akan hadir.

Bupati Bantul Bantul terpilih Suharsono mengaku Prabowo sudah konfirmasi untuk hadir dalam pelantikan tiga bupati dan wakil bupati. Kedatangan Prabowo akan didampingi oleh Hashim Jayahadikusumo dan Fadhli Zon. “Pak Prabowo mengatakan akan hadir besok (hari ini),” tuturnya.

Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setprov DIJ Benny Suharsono mengaku belum tahu terkait rencana kedatangan Prabowo dan rombongan. Menurut Benny, undangan yang sudah disebar sekitar 600 orang. Undangan disesuaikan dengan jumlah satuan kerja perangkat daerah terkait (SKPD) tiap kabupaten.

“Besok hanya pelantikan saja, terus malamnya (17/2) sertijab di Kabupaten Sleman dan keesokannya sertijab di Bantul dan Gunungkidul,” tuturnya. (pra/ila/ong)