GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA – Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul resmi memiliki pemimpin baru. Suharsono-Abdul Halim Muslih resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bantul. Kemudian Sri Purnomo-Sri Muslimatun sebagai Bupati dan Wabup Sleman. Serta Badingah-Immawan Wahyudi kembali memimpin Gunungkidul. Ketiganya telah dilantik Gubernur DIJ atas nama Presiden RI di Bangsal Kepatihan, kemarin (17/2).

Tiga pasangan bupati dan wabup tersebut menjabat untuk periode 2016-2021. Dalam sambutannya, Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan, meski dalam Pilkada diusung partai politik, tapi saat menjabat harus melepaskan atribut partai. Supaya dalam melaksanakan tugas benar-benar berada di atas semua golongan. “Sehingga pikiran dan tindakan hanya demi kepentingan seluruh rakyat,” ujar HB X.

HB X mengingatkan, pemerintah kabupaten (pemkab) juga harus mengikuti visi dan kebijakan pemerintah. Ditambah lagi dengan status Keistimewaan DIJ, yang menurut HB X, secara lex specialis mengukuhkan koordinasi kebijakan Pemprov DIJ dan pemkab.

“Koordinasi dan sinergi bukan berorientasi kekuasaan, tapi mengarah pada keterpaduan program,” ingatnya.

Raja Keraton Jogja tersebut mengatakan, Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu menghasilkan pemimpin daerah yang memiliki legitimasi kuat. Sehingga memiliki pertanggungjawaban dan akuntabilitas publik. “Pilkada secara esensial akan mendukung demokratisasi lokal melalui partisipasi proaktif masyarakat,” ungkapnya.

Tiap kabupaten, lanjut HB X, juga memiliki karakteristik masing-masing. Seperti Sleman dengan Merapi yang menarik minat ahli vulkanologi dunia. Serta menjadi negeri para dewa dengan keberadaan UGM dan UII sebagai universitas negeri dan swasta tertua di Indonesia.

Begitu pula dengan Gunungkidul yang memiliki bukit karst yang sudah diakui sebagai kawasan lindung Geo Heritage. Juga Bantul yang memiliki kekayaan alam langka, gumuk pasir Barchan di Parangkusumo yang telah didaftarkan sebagai Unesco World Heritage.

Khusus untuk Gunungkidul dan Bantul yang berbatasan dengan laut selatan, suami GKR Hemas itu berharap, bisa memanfaatkan potensi pasir dan kelautan yang dimilikinya. Hal itu untuk meningkatkan budaya cinta laut. “Sehingga budaya dagang layar bisa merasuk menjadi budaya kerja dinamis aparat dan masyarakat,” tuturnya.

Harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk segera bekerja juga diutarakan partai pengusung. Wakil Ketua DPP PAN Hanafi Rais mengatakan, PAN dalam pilkada serentak lalu hattrick. Oleh karena itu, dia meminta dalam 100 hari pemerintahan bisa segera menepati janji-janji politiknya.

“Masyarakat sebagai pemilih akan melihat apa yang dilakukan bukan hanya yang diucapkan,” tegas pria yang juga menjadi anggota DPR RI asal DIJ ini.

Ketua DPD Partai Gerindra Brigjend TNI (Purn) Nuryanto meminta, kepada pasangan yang diusungnya Suharsono dan Abdul Halim Muslih untuk bisa mewujudkan misi mereka seperti yangd dijanjikan ketika mendaftar ke partainya. “Janji Bantul yang bebas korupsi, mampu menyejahterakan rakyat harus bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Idham Samawi mengakui kekalahan 3-0 dalam pilkada serentak di DIJ. Tetapi Idham menegaskan, PDIP melalui legislator di DPRD masing-masing kabupaten akan tetap mendukung kinerja pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“PDIP itu merupakan partai pemerintah, kalau terjadi kegagalan pemerintahan di Bantul, atau wilayah lainnya akan menjadi kegagalan Jokowi (Presiden RI),” kata anggota Komisi II DPR itu.

Ketika ditanyakan apakah ada kebijakan lama yang perlu dipertahankan khususnya di Bantul, ‎ mantan bupati Bantul dua periode ini ‎menyerahkan sepenuhnya kepada bupati-wabup baru. “Saya ‎percaya pada Pak Harsono dan Pak Halim akan memegang amanah rakyat, buktinya mereka diterima oleh rakyat,” ujar suami mantan Bupati Bantul 2010-2015 Sri Surya Widati itu.

Tiga Mantan Penjabat Bupati Dapat Pos Baru

Seusai melantik tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur DIJ HB X langsung melantik tiga mantan penjabat bupati. Dari tiga mantan penjabat bupati tersebut, satu dilantik menjadi Asisten Sekprov dan dua lainnya sebagai kepala dinas.

Mantan Penjabat Bupati Gunungkidul Budi Antono menjadi kepala dinas baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ, yang dulu bernama Dinas Perindustrian Perdagangan koperasi dan UKM, sebelum berlakunya Perdais nomor 3/2015.

Sedangkan Sigit Sapto Raharjo, mantan Penjabat Bupati Bantul, dilantik menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ. Sementara mantan Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi diangkat menjadi Asekprov Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ.

Gubernur DIJ HB X mengatakan, pelantikan tiga pejabat eselon II tersebut untuk melengkapi pelantikan pejabat eselon II sebelumnya. Pelantikan sudah disesuaikan dengan Perdais nomor 3/2015 tentang Kelembagaan Pemerintah DIJ.

“Pejabat eselon II yang dilantik agar siap melakukan akselerasi tercapainya Jogja istimewa, bukan sekadar wacana, tapi realita yang berwujud nyata,” harap HB X.

Mantan Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi ketika ditemui seusai pelantikan mengaku siap menjalankan amanah sebagai Asekprov Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ. Gatot mengaku siap membantu gubernur untuk menggerakkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di bawah koordinasinya. “Tadi sudah bisik-bisik, salah satunya juga terkait bandara,” ujar Gatot.

Kesiapan menduduki jabatan baru juga diungkapkan Sigit Sapto Raharjo. Pekerjaan baru di bidang kelautan dan perikanan, menurut Sigit, tidak ada yang susah. Asalkan memiliki kemauan dan koordinasi dengan pihak-pihak lain. “Tidak ada yang susah, barang yang ketok (kelihatan) itu bisa dipelajari,” ujarnya. (pra/ila)