PURWOREJO – Kemiskinan menjadi perhatian utama Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo periode 2016-2021. Dalam pandangannya, masih banyak masyarakat yang perlu dientaskan untuk mewujudkan Purworejo lebih sejahtera.

“Saya ingin lebih fokus menangani itu. Kalau pembagian tugas dengan bupati itu jelas iya. Ini harus mendapat perhatian bersama,” tegas istri Ketua DPD Golkar Purworejo Kelik Sumrahadi ditemui di antor wakil bupati, kemarin (18/2).

Langkah awal yang akan dilakukan adalah pemetaan warga miskin di Purworejo. Selanjutnya melakukan penanganan secepatnya.

“Jika data riil sudah dipegang, kami harus segera bertindak. Program-program apa saja yang tepat sasaran, sehingga nantinya tidak muspro di tengah jalan,” imbuhnya.

Perlindungan anak dan perempuan di Purworejo juga masuk dalam pengamatannya. Di sini, mantan Ketua DPRD Purworejo Periode 2009-2014 ini melihat angka yang ada relatif tinggi. Sebagai ibu, Yuli merasa terpanggil untuk lebih concern di bidang itu.

“Jadi keprihatinan saya. Kejadian kemarin ada anak yang meninggal, karena diduga dibunuh ibunya. Saya tahu pertama dari tayangan televisi saat di Semarang. Saya tidak tega melihatnya dan memilih mematikan televisi,” katanya.

Yuli meraba ada hal pelik yang terjadi dari kasus tersebut, sehingga muncul tindakan nekat.

“Tentunya ada masalah yang tidak selesai sampai ada perbuatan nekat itu. Ini yang harus diurai dahulu,” imbuhnya.

Ditambahkan Yuli, dirinya mendapat dukungan penuh anak dan suaminya. Lima tahun duduk sebagai anggota DPRD Purworejo memberikan pengalaman berbeda, sehingga dalam keluarga bisa membedakan fungsi menjadi orang tua rakyat dan orang tua keluarga.

“Khusus untuk Bapak (Kelik Sumrahadi), beliau paham apa yang harus saya dahulukan. Beliau tidak masalah, jika saya meninggalkan rumah. Semuanya demi masyarakat dan harus didahulukan,” tegas perempuan dua anak ini.

Bahkan, Kelik malah minta dirinya segera berangkat saat ada tugas mendesak. “Disuruh cepat berangkat. Beliau tak ingin saya menodai amanah rakyat. Kata bapak, urusan makan itu gampang,” katanya.

Yuli mengajak masyarakat bersama-sama membangun Purworejo, agar lebih baik dan sejahtera. “Saatnya menanggalkan warna (politik) kita. Tidak ada lagi kuning, merah, hijau, biru, dan lainnya. Di sini, saya adalah orang tua yang harus siap menerima keluhan masyarakat,” katanya.(cr2/hes/ong)