JOGJA – Proses pengisian jabatan Wakil Gubernur (Wagub) DIJ untuk sisa masa jabatan 2016-2017 masih belum diketahui kapan dimulai lagi. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DIJ baru akan melakukan komunikasi langsung dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) minggu depan.

Sekretaris TAPD DIJ Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, komunikasi langsung dengan pemerintah pusat baru akan dilakukan setelah pelantikan kepala daerah lalu. Meski pengajuan pergeseran Danais untuk pengisian jabatan Wagub DIJ sudah diajukan minggu lalu.

“Pusat kan menghendaki ada penjelasan langsung, kami baru akan bertemu minggu depan,” ujar pejabat yang akrab disapa BWH ini kemarin (19/2).

Setelah penjelasan dari Pemprov DIJ sebagai pengusul Danais, ia memperkirakan Kemenkeu sebagai penentù bisa segera mengesahkan. Menurutnya, Dinas Kebudayaan sebagai dinas yang anggarannya digeser juga sudah menyikapi beberapa program yang akan digeser. “Tinggal besok semua lembaga acc, berita acara langsung SK-nya jadi,” tutur BWH.

Penggemar akik ini mengaku tidak setuju dengan usulan adanya dana taktis dimasukkan dalam Perdais Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ. Terutama untuk menyikapi jika ada yang berhalangan tetap di tengah jalan. Menurutnya, karena pengisian jabatan gubernur dan wagub merupakan hal yang wajib dan mengikat, bisa menggunakan kas daerah dulu. “Saya kan sudah sering ngomong, karena ini wajib dan mengikat, bisa dengan kas daerah dulu,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto menegaskan, pengisian jabatan wagub DIJ untuk masa sisa jabatan ini menjadi agenda prioritas dewan. Menurut Inung, sapaannya, semua proses pengisian jabatan Wagub DIJ akan dimulai setelah mendapatkan jawaban pasti dari Kemenkeu terkait pergeseran Danais.

“Kami juga mendesak eksekutif untuk melakukan percepatan turunnya keputusan dari pemerintah pusat itu,” ungkapnya.

Politikus PAN ini mengatakan, proses percepatan perlu dilakukan untuk menghormati KGPAA Paku Alam X yang sudah jumeneng. Selain itu, juga hak masyarakat untuk memiliki wagub. “Serta DPRD DIJ yang memiliki kesungguhan untuk segera menyelesaikan proses pengisian jabatan Wagub DIJ ini,” tuturnya. (pra/laz/ong)