BANTUL – Proses revitalisasi kawasan cagar budaya (KCB) di wilayah Bantul bakal berjalan lamban. Lagi-lagi, keterbatasan anggaran menjadi alasan pemerintah tak bisa bergerak lebih cepat.

Selain harus dilakukan bertahap, dana yang tersedia harus dibagi rata untuk biaya renovasi tiga KCB. Yakni, Gua Selarong, Cepuri Parangkusumo, dan Sanggrahan Ambarbinangun. Dari total dana istimewa Rp 4 miliar yang diterima Pemkab Bantul, masing-masing KCB hanya dijatah Rp 350 juta.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Dodik Koeswardhono mengakui, dana tersebut tak bisa digunakan untuk revitalisasi tiap KCB secara keseluruhan. Karena itu, dinas harus memutar otak menentukan bagian-bagian yang harus didahulukan untuk direvitalisasi
“Pagar, pendapa, toilet dan tempat parkir dulu yang dibangun. Kalau ada dana lagi baru tambah lainnya,” jelasnya kemarin (19/2).

Sebenarnya, revitalisasi tiga KCB tersebut telah melalui perencanaan matang sejak tahun lalu.Dinas juga telah menyusun detail engineering design (DED). Fokus revitalisasi pada tahap awal berupa pemugaran bangunan fisik.

Kepala Disbudpar Bambang Legowo menambahkan, awalnya dinas mengajukan usulan anggaran untuk revitaliasi tujuh KCB. Tapi, empat diantaranya kemudian diambil alih Pemda DIJ. Yakni, Makam Raja-Raja Imogiri, bekas Kraton Mataram Pleret, Kandang Menjangan Krapyak, dan Kawasan Cagar Budaya di Jagalan, Banguntapan.

Menurut BL, begitu sapaan akrabnya, setiap KCB yang menjadi prioritas revitalisasi memiliki nilai sejarah tinggi. Gua Selarong, misalnya. Destinasi yang berlokasi di Guwasari, Pajangan itu menjadi saksi bisu perjuangan Pangeran Diponegoro saat memimpin perang gerilya melawan penjajah Belanda. Demikian pula Sanggrahan Ambarbinangun. Bangunan yang terletak di Tamantirto, Kasihan itu dibangun pengusaha Belanda bernama Wenschang di era kekuasaan Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

Sementara, Cepuri Parangkusumo merupakan bangunan kuno yang diyakini sebagai petilasan Panembahan Senopati, raja Kraton Mataram Islam Pertama. Atas dasar itulah Bambang menjadikan tiga KCB tersebut sebagai prioritas utama proyek revitalisasi.

“Tiga KCB itu berdaya tarik wisata tinggi,” ungkapnya.(zam/yog/ong)