GUNUNGKIDUL – Predikat desa miskin yang disadang Desa Kemejing, Kecamatan Semin tidak menjadikan warganya semaunya sendiri. Terbukti, kesadaran mereka terhadap pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat tinggi.

Kades Kemejing Kecamatan Semin, Lamin Raharjo mengatakan, proses pelunasan PBB tahun ini berlangsung kemarin (19/2) di balai desa setempat. Warga datang membayar PBB setelah dukuh selaku petugas pungut padukuhan memberikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB. “Hanya dalam sehari, PBB dilunasi,” kata Lamin Raharjo.

Dia menjelaskan, pembayaran PBB diawali dengan berbagai sosialisasi yang dilakukan sejak pekan lalu. Untuk selanjutnya pajak diserahkan ke desa, dan siangnya petugas bank BPD DIJ cabang pembantu Semin, datang ke balai desa untuk menerima setoran pembayaran PBB itu. “Selama sepekan kami bersama dukuh memberikan sosialisasi kepada warga. Selain menumbuhkan kesadaran wajib pajak, kami minta agar warga menyiapkan uang untuk membayar PBB,” ujarnya.

Menurut dia, Desa Kemejing terdiri dari 11 padukuhan, berpenduduk 3.679 jiwa yang sebagian warganya tergolong miskin, bermatapencaharian buruh tani atau buruh bangunan. Untuk tahun ini jumlah wajib pajak ada 2.186 orang, dengan pokok ketetapan PBB sebanyak Rp 54.431.050. “Jumlah SPPT dan pokok PBB tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2015 lalu yang hanya 2.171 wajib pajak dengan pokok ketetapan PBB Rp 54.475.588,” terangnya.

Menurutnya, meski banyak warga yang miskin, kesadaran membayar PBB sangat luar biasa. Ini terjadi karena warga tahu uang tidak diselewengkan perangkat desa. Sebab, hari itu juga uangnya disetor ke bank. “Selain itu pola panutan yang dilakukan perangkat desa, PNS dan tokoh masyarakat, juga punya peran penting,” ucapnya.

Camat Semin Huntoro Purbo Wargono mengatakan, penulasan PBB di Desa Kemejing merupakan prestasi, karena lunas dalam sehari hari. Prestasi bagus demikian menurut Huntoro Purbo Wargono tidak hanya tahun ini saja. “Kalau tidak salah sudah sejak lima tahun lalu. Begitu SPPT PBB diserahkan, warga langsung membayar dan siang oleh petugas desa disetor ke bank,” katanya.

Kata Huntoro, prestasi sangat luar biasa, karena Desa Kemejing merupakan satu-satunya dari 10 desa di Kecamatan Semin yang menyandang desa miskin. Nilai positif demikian pantas ditiru desa lain. “Prinsipnya, pola keterbukaan sudah ada di desa ini. Karena warga yakin setoran uang tidak diselewengkan, mengeluarkan uang juga tidak keberatan,” ungkapnya. (gun/din/ong)