BANTUL – Banyaknya penenggak minuman keras (miras) oplosan yang tewas agaknya tak membuat para pengedarnya kapok. Buktinya, peredaran minuman terlarang itu seolah tak ada habisnya di wilayah Bantul.

Setiap kali digelar razia, aparat selalu berhasil menyita ratusan botol. Baik minuman beralkohol kemasan pabrik, maupun jenis yang tanpa merek.

Hal itu tampak pada hasil operasi narkoba 2016 yang dilakukan jajaran polres Bantul hingga 14 Februari. Sedikitnya 913 botol miras disita dari 17 wilayah polsek. “Kami juga menyita 123 gram ganja dari tiga tersangka,” ujar Kasat Res Narkoba AKP Rudy Prabowo di aula Mapolres Bantul kemarin (19/2).

Satu dari tiga tersangka berinisial A merupakan target operasi polisi. Laki-laki 24 tahun tersebut warga Magelang, Jawa Tengah yang diketahui menjadi pengedar barang haram itu.

“Tersangka A mendapatkan suplai ganja dari Surabaya, kemudian diedarkan di wilayah Jogjakarta,” jelasnya
Dari A, polisi melakukan pengembangan penyelidikan. Dua tersangka lain berinisial D,26 dan A alias Jomblo,29 berhasil ditangkap. Keduanya warga Bantul.

Wakapolres Bantul Kompol Qori Okto Handoko menambahkan, selama operasi narkoba, anggota Satreskrim menggiatkan operasi curat Progo 2016. Hasilnya, sebanyak tujuh tersangka ditangkap. Tiga diantaarnya target operasi. “Empat lainnya pengungkapan perkara baru,” jelasnya. Dari para tersangka polisi memperoleh barang bukti berupa laptop dan telepon seluler.

Belum puas dengan hasil operasi, Qori berharap lebih peran serta masyarakat dalam upaya menjaga stabilitas kamtibmas. Mantan Kapolsek Depok Timur Sleman itu menegaskan bahwa operasi merupakan bentuk upaya represif.

“Yang terpenting justru langkah prefentif. Upaya ini mustahil tercapai tanpa peran aktif masyarakat,” tutur perwira menengah degan melati satu di pundak.(zam/yog/ong)