Pastikan Akan Teruskan Sikap tegas Mantan Pjs Bupati Budi Antono

Kemarin (19/2), menjadi hari pertama Bupati Gunungkidul Badingah dan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Apa yang mereka kerjakan?
GUNAWAN, Gunungkidul

Agenda pertama mereka adalah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Keduanya memonitor kesiapan kantor yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Mengenakan stelan baju olah raga, Badingah didampingi Immawan Wahyudi terlihat sangat antusias. Begitu berangkat dari rumah dinas masing-masing, keduanya memulai sidak ke kantor dinas kesehatan (dinkes), kantor badan pelaksana penyuluhan dan ketahanan pangan, dinas tanaman pangan dan holtikultura (TPH), dinas kehutanan dan perkebunan (dishutbun), serta dinas perhubungan komunikasi informasi (dishubkominfo).

Gaya sidak duet Badingah-Immawan kali ini nampak berbeda. Mereka bersikap tegas. Tidak kompromi dan tidak mau basa-basi. Akibatnya, gaya baru kepemimpinan mereka ini, sejumlah PNS, bahkan kepala dinas kalang kabut.

Di antara kepala dinas dipergoki datang terlambat adalah Kepala Dinas TPH Azman Latif. Dengan tergopoh-gopoh dia mengumbar senyum sembari bersuara renyah. “Waduh ketahuan ini saya datang terlambat,” kata Azman Latif lantas menjabat erat tangan Bupati Badingah dan Wakil Bupati Immawan Wahyudi,
Namun Badingah hanya menanggapi dengan senyum. Gaya bercanda basa-basi kepala dinas TPH tersebut dicueki. Pemenang Pilkada 2015 itu menunjukkan ekspresi tidak bersahabat dengan cara melihat jam di tangannya. “Monggo sugeng rawuh (silakan selamat datang),” ucap Badingah sehingga membuat Azman Latif tersipu malu.

Sidak kemudian bergeser ke kantor dishutbun. Di kantor ini lebih lucu lagi. Kepala Dishutbun Bambang Wisnubroto sampai terbalik memasang nama (name tag) yang melekat di dada. Sontak kejadian ini mengundang gelak tawa. Di kantor tersebut juga ditemukan banyak kursi pegawai kosong. “Ini pada ke mana semua orang,” tegas Badingah.

Kepala Dishutbun Purnama Jaya menyapa akrab bupati dan wakil bupati dan bertanya ada agenda apa. Pertanyaan tidak berbalas, Badingah dan Immawan langsung menuju salah satu ruangan mengecek kedisiplinan PNS. “Kedisiplinan pegawai menjadi catatan dalam sidak ini. Langkah selanjutnya akan kami panggil untuk dijatuhkan sanksi sesuai tingkat kesalahan,” kata Badingah.

Dia menjelaskan, kegiatan sidak untuk mengetahui kekurangan, kebutuhan kinerja PNS meningkat. Jika antara pemimpin dan kepala dinas serta staf kinerja meningkat, hasilnya bisa terlihat.

Immawan Wahyudi mengatakan, perbaikan tata kelola pemerintahan masuk dalam visi dan misi saat kampanye. Pihaknya akan meneruskan program Pjs Bupati Budi Antono. “Bismillah, saya akan teruskan ketegasan Pak Budi Antono, Karena memang cukup bagus sekali dan terlihat,” tegas Immawan. (din/ong)