04- berita foto A

Agung Budi/Radar Jogja
DALAM AIR : Kondisi granat nanas saat berada di dalam sungai Bogowonto sebelum diangkat ke kebun milik warga.

PURWOREJO – Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Jawa Tengah meledakkan granat jenis nanas di pinggir Sungai Bogowonto di RT 1/ RW 16 Kampung Plaosan, Kelurahan Purworejo, sekitar pukul 11.27, kemarin (19/2). Granat aktif ditemukan enam warga yang tengah memancing pada Kamis (18/2), sekitar pukul 22.30.

Duanov Lala ,49, warga setempat mengatakan, penemuan terjadi saat temannya menjaring ikan kecil di pinggiran sungai. Granat langsung diangkat dan dipegang-pegang, sebelum ditunjukkan pada yang lain.

Granat sempat berpindah tangan dan diamati. Kemudian diletakkan kembali di atas batu. Mereka berinisitif melaporkan kejadian ke Polsek Purworejo Kota dan ditindaklanjuti pengecekan ke lapangan. Tim penjinak bom dari Brimob Kutoarjo langsung menuju tempat penemuan.

“Mulanya ya tidak yakin kalau itu granat. Kondisinya sudah berkarat dan ada lumutnya. Tapi lama-lama kok seperti ada penutupnya yang terlepas. Untung kami menempatkan di atas batu pelan-pelan. Kalau seenaknya, tidak tahu sekarang (kemarin) seperti apa,” ungkap Duanova bersama teman-temannya.

Hasil pengecekan Brimob Kutoarjo, ternyata granat masih aktif dan siap meledak. Apalagi per-nya terbuka dan pematik telah masuk separo, namun tertahan karat.

“Kami putuskan granat tidak di bawa ke Mako (Brimob), karena kondisinya tidak memungkinkan. Ada getaran sedikit, bisa langsung meledak,” kata Wakasubdanki Brimob Kutorarjo Iptu Lilik Eko S ditemui di sela-sela proses peledakan.

Akhirnya diputuskan untuk peledakan oleh tim Gegana Polda Jawa Tengah. “Untuk granat jenis itu, jika meledak dampaknya bisa sampai 100 meter,” tambahnya.

Untuk memudahkan penanganan, bom dipindah dari sungai ke kebun milik warga yang berada paling dekat. Polisi langsung memasang garis polisi untuk menghindarkan lokasi penempatan granat dari masyarakat dan dijaga anggota polisi.

Siang hari jelang peledakan, masyarakat yang mendengar kabar langsung merubung lokasi yang berada dekat dengan Kompleks Makam Pangeran Dayat Plaosan. Petugas memperketat pengamanan dan melarang siapapun yang mendekati granat.

Brimob Kutoarjo menyiapkan lubang sedalam satu meter persegi untuk tempat peledakan. Lokasinya dipilih berada di saluran air kering, jauh dari pemukiman. Petugas juga sempat menutup granat dengan ember semen. Karena lokasi penempatan granat di bawah terik matahari.

Sekitar pukul 10.30, tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Jateng sampai di lokasi dan melakukan penanganan. Granat diangkat dan ditempatkan dalam lubang yang disiapkan. Sebelum diledakkan, petugas minta masyarakat menjauh untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Granat nanas kalau meledak akan membuat serpihan dari penutupnya. Jika kena, berbahaya. Karena bisa terluka,” kata Eko.

Setelah selesai, Tim Gegana dipimpin Ipda Miftahul Huda meninggalkan lokasi.

“Sebagai pengalaman semua. Jika mendapati benda mencurigakan dan diduga bom, masyarakat diimbau mendiamkan benda tersebut dan melaporkan ke kepolisian terdekat,” pintanya.(cr2/hes/ong)