SEMANGAT: Mahasiswa Indonesia bergabung dengan 45 peserta IYCE 2016 berfoto di salah satu destinasi di Kecamatan Ban Tuek, Srisachanalai, Provinsi Sukhothai, Thailand.

SLEMAN-Tujuh mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) terlibat aktif dalam kegiatan International Youth Culture Exchange (IYCE) 2016 di Thailand. Mereka menjadi bagian dari 45 peserta asal Indonesia dalam pertukaran kebudayaan negara-negara Asean. Dalam program yang digagas Seventeen Project itu, peserta asal Indonesia bertugas mengenalkan budaya tradisional kepada pelajar Asean, begitu pula sebaliknya.

“Banyak ilmu dan manfaat kami peroleh dari kegiatan ini,” ungkap Wildan Maulana, salah satu peserta IYCE 2016, kemarin (21/1).

Tak hanya budaya, beberapa hal yang dipelajari Wildan, diantaarnya, sistem pemerintahan, penghormatan kepada raja, kekayaan alam, serta keanekaragaman tradisi di Thailand.

“Indonesia bisa mengambil contoh yang baik dari negeri tetangga. Itu tugas utama kami sebagai generasi muda,” sambung Krisnanda, peserta IYCE lainnya.

Selama kegiatan, peserta IYCE diajak berkeliling pelosok desa Negeri Gajah Putih. Selama tiga hari menginap di permukiman warga Kecamatan Ban Tuek, Srisachanalai, Provinsi Sukhothai.

Menurut Wildan, di Ban Tuek mereka disuguhi tarian unik khas Thailand dan belajar bersama bahasa sederhana Thai. Tak hanya itu, mereka juga terlibat langsung kegiatan masyarakat setempat. Seperti menyulam dan menyaksikan tata peribadatan di kuil.

Dua hari berikutnya, peserta diajak ke Kota Bangkok untuk mengunjungi Universtias Thammasat, salah satu perguruan tinggi tertua di Thailand. Kemudian, mengunjungi kediaman raja, Green Palace.

Hari terakhir di Sukhothai giliran peserta Indonesia unjuk gigi. Mereka menampilkan tarian tradisional dari beberapa daerah. Bagi Wildan, hal itu merupakan wujud promosi sekaligus upaya penyelamatan kearifan lokal kebudayaan Indonesia.(yog/ong)