Agus Budi/Radar Jogja
HASIL LAPANGAN : Salah satu kelompok tengah membacakan hasil pembuatan tulisan usai praktek lapangan dalam pelatihan jurnalistik dan fotografi di Desa Wisata Karangrejo.

Pelajar Dilibatkan Promosi Wisata

25 pelajar dari 13 sekolah menengah atas dan kejuruan di Purworejo sepakat membentuk Komunitas Fotografi Pelajar Purworejo. Mereka akan berada di barisan terdepan dalam membantu upaya pengenalan objek wisata di Purworejo melalui media sosial.

Agung Budi, PURWOREJO

Meski sebatas melalui gambar, ini membantu mengenalkan eksotisme keindahan alam dan wisata Purworejo yang saat ini tengah naik daun. Sedikit polesan kata untuk mempertegas keterangan potensi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu meningkatkan rasa memiliki di kalangan muda. Tujuannya, agar masyarakat mengunjungi objek wisata yang ada di Purworejo.

Ini terungkap di bagian akhir kegiatan pelatihan jurnalistik dan fotografi dasar yang diselenggarakan Bidang Pariwisata Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Pariwisata Purworejo. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pewarta Harian Cetak Purworejo (PHCP) di Desa Wisata Karangrejo, Kecamatan Loano, Sabtu (20/2).

Diawali dari akun facebook, para pelajar digiring untuk merambah jenis media sosial lain. Seperti instagram, twitter, dan lainnya.

“Budaya selfie di kalangan muda atau pelajar mewabah. Akan percuma jika hanya foto-fotoan tanpa tujuan jelas. Di sini, kita akan mem-posting hasil selfie dengan latar belakang objek wisata atau sesuatu yang indah dari Purworejo,” ungkap Anisa Riyantika, siswi SMK Negeri 3 Purworejo.

Menurut Anisa, dari sekian objek wisata yang dikelola pemkab atau pihak desa, belum banyak yang jadi tujuan pelajar. Kala mereka datang, para pelajar lebih banyak memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Yang menyedihkan saat ini, sebagian teman datang ke objek wisata hanya pacaran. Coba diabadikan keindahan alam atau membuat tulisan pendek tentang lokasi tersebut dan mengunggahnya dalam akun medsos. Ini memberi manfaat bagi orang lain dan menginspirasi datang ke Purworejo,” tutur Anisa.

Ia berharap, komunitas tersebut menjaring pelajar-pelajar atau kalangan muda lain untuk ikut terlibat. Semakin banyak yang mem-posting gambar, akan memberi pandangan masyarakat dari luar akan indahnya Purworejo.

“Kalau boleh minta, kami juga diberi kemudahan akses dan biaya kalau masuk ke objek wisata. Kami kan bisa mengajak teman-teman ke situ (objek wisata). Untuk bermain atau mengerjakan tugas kelompok,” harap Anisa.

Ketua PHCP Gunarwan mengatakan, antusiasme pelajar terlibat dalam promosi wisata harus diwadahi. Adanya pelatihan jurnalistik dan fotograsi dasar memberikan bekal khusus untuk mengabadikan lapangan.

“Harus didukung dan ditindaklanjuri instansi terkait. Jangan berhenti dalam pelatihan yang sehari ini,” usul Gunarwan.

Dari latihan praktek usai sesi pelatihan teori, pelajar memiliki banyak kekurangan dalam pengambilan gambar. Kekurangan tersebut bisa ditutup dengan beberapa alternatif dari pemateri fotografi. Dua narasumber yang dihadirkan adalah Hendri Utomo, wartawan Radar Jogja dan Nur Kholiq dari Suara Merdeka.

Kabid Pariwisata Lilos Anggorowati mengaku senang dan siap memfasilitasi keinginan pelajar untuk memberi kemudahan akses.

“Tidak masalah, jika tujuannya baik demi promosi wisata Purworejo,” katanya.

Ia ingin, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Ia berjanji akan menyiapkan beberapa event lain bagi pelajar. Seperti kunjungan lapangan dan lomba foto wisata pelajar.(hes/ong)