JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono Dwi Putranto menaruh perhatian serius terharap pentingnya menjaga gaya hidup sehat. Menurut dia, gaya hidup sehat itu harus menjadi budaya masyarakat.

“Caranya dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat,” ungkap Imam di sela mengikuti jalan sehat menyusuri jalan kampung di Kelurahan Semaki, Umbulharjo, Jogja, kemarin (21/2).

Jalan sehat yang diikuti Wawali itu diinisiasi Forum Olahraga dan Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kecamatan Umbulharjo. IP, sapaan akrab Wawali, tampak semringah mengikuti jalan sehat tersebut.

Dia beberapa kali terlihat berhenti sejenak saat berpapasan dengan warga. IP lantas menyapa mereka dan menanyakan kondisi warga. “Bagaimana kabarnya bapak dan ibu, sehat semua,” ucap IP sambil tersenyum dan menyalami mereka.

IP mengatakan, jalan sehat itu merupakan bentuk nyata memasyarakatkan perilaku hidup sehat. Lewat olahraga secara teratur juga akan menjadikan tubuh sehat. Jalan sehat, lanjutnya, merupakan olahraga murah meriah yang dapat diikuti setiap warga.

Lebih jauh dikatakan, perilaku hidup sehat harus dimulai dari sendiri dan keluarga. Dengan begitu, pola hidup sehat diharapkan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Apalagi kesehatan merupakan anugerah yang harus selalu disyukuri.

Tak hanya mengajak menerapkan PHBS, Wawali juga mewanti-wanti warga Kelurahan Semaki agar menjaga kerukunan. Dengan hidup rukun akan menciptakan harmoni di antara warga. Karena itu, kehidupan warga yang guyup harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Selain mengikuti jalan sehat di Semaki, Wawali kemarin juga menyambangi warga di Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Jogja. Dia datang karena didaulat warga untuk meresmikan pembangunan gapura di kelurahan itu. “Gapura ini dibangun dan dirancang oleh warga,” kata Lurah Cokrodiningratan Murwanto.

IP mengapresiasi selesainya pembangunan gapura itu. Menurut dia, budaya gotong royong harus dilestarikan karena menjadi bagian dari kepribadian bangsa. Dengan semangat gotong royong terbukti warga Cokrokusuman berhasil membangun gapura tersebut. “Ini juga menunjukkan jalinan komunikasi dan silaturahmi antara warga dengan Pemerintah Kota Jogja terjaga dengan baik,” katanya.

Wawali juga berpesan agar warga tidak cepat berpuas diri dengan berhasil membangun gapura. Hal yang lebih penting adalah menjaga dan merawat gapura itu agar tetap terpelihara dengan baik. “Gapura ini menjadi salah satu identitas Kota Jogja. Tidak banyak daerah lain yang punya gapura semacam ini,” puji IP serius. (amd/laz)