RADAR JOGJA FILE
SEPI: Warga melintas di salah satu kios-kios di XT Square. Para pedagang banyak yang mengeluhkan sepinya pengunjung.

 
JOGJA- Sampai saat ini, belum ada keuntungan yang disetorkan ke kas daerah dari XT Square. Kondisi memrihatinkan ini membuat DPRD Kota Jogja mulai mempertanyakan komitmen manajemen.

Terlebih lagi, Perusahaan Daerah (PD) Jogjatama Vishesa ini sebelumnya menarget lima tahun operasional pusat kerajinan dan seni itu sudah balik modal. “Sampai sekarang sama sekali belum menghasilkan profit. Bahkan, empat tugas pokoknya juga belum sesuai dengan target,” sesal Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Nasrul Khoiri, pekan lalu.

Nasrul menjelaskan, modal senilai Rp 4 miliar yang digelontorkan ke PD Jogjatama Vishesa merupakan uang rakyat. Mereka pun menarget sendiri selama lima tahun sudah kembali. “Kami minta manajemen untuk introspeksi,” tegasnya.

Perusahaan yang dibentuk untuk mengelola aset-aset pemerintah itu terbentuk pada 2012 lalu. Masa kerja mereka sampai dengan 2016 ini sesuai dengan SK Nomor 362/Kep/2012. Artinya, akhir tahun ini, masa kerja direksi, Muhammad Verga Prabowo Agus selaku Direktur Utama, Widihasto Wasana Putra, Direktur Operasional dan Pemasaran serta Vincensius Hargo Pamungkas sebagai Direktur Keuangan dan Umum habis tahun ini.

Inilah yang kemudian mendapatkan perhatian Komisi B. Komisi yang membidangi pendapatan daerah itu mempertanyakan kinerja dari jajaran direksi. Ini karena selama lima tahun, XT Square belum juga memenuhi tugas pokoknya.

Ia mengatakan, tugas pokok manajemen XT Square adalah pengembangan ekonomi. Khususnya kawasan selatan, memfasilitasi UMKM, menyediakan sarana bagi masyarakat dan dunia usaha, serta menghasilkan profit.

Selain karena belum ada yang mencapai target, Nasrul menyebut evaluasi juga diperlukan tertama karena saat ini ada kecenderungan arah fasilitasi UMKM tidak berjalan optimal. Kalangan DPRD menginginkan, perusahaan pelat merah itu menjalankan fungsinya sesuai amanat Perda Nomor 7 tahun 2010.

Nasrul mengingatkan agar selaruh jajaran direksi maupun staf harus memiliki cisi yang sama sesuai arah Perda. Manajemen harus lebih intensif berkoordinasi dengan SKPD yang memiliki keterkaitan dengan ativitas di XT Square. “Koordinasi misalnya dilakukan dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan), kemudian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta pemerintah di tingkat wilayah,” sarannya.

Saat tes seleksi jajaran direksi lalu, selain menargetkan PD Jogjatama Vishesa bisa mengembalikan modal selama lima tahun. Mereka juga menargetkan lima tahun uang rakyat senilai Rp 4 miliar sudah balik. Tapi, selama lima tahun kinerja, belum ada pembagian keuntungan dari perusahaan itu.

Direktur Operasional dan Pemasaran PD Jogjatama Vishesha, Widihasto Wasana Putra ketika ditanyakan masalah belum mau memberikan komentarnya. “Maaf saya sedang ada kegiatan di Bantul. Nanti saja diagendakan bertemu,” ucapnya melalui BBM. (eri/din)