Jogja-Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang akan di berlakukan 2016 ini, Muncul Group melaksanakan program corporate social Responsibility (csr). Kegiatan tersebut menghadirkan motivator Andri Wongso, di Ballroom Hotel Sahid Rich, Jumat (19/2) lalu. Menurut Bos Muncul Group Soekeno, seminar yang diikuti pemerintah, pengusaha, dan pelaku bisnis DIJ ini diharapkan dapat memberikan motivasi tersendiri dalam menghadapi MEA.

“Di seminar ini dikupas strategi perang Sun Tzu dalam menghadapi MEA oleh Andri Wongso, dengan langkah strategis yang luar biasa. Yang jelas, jangan sampai kita lengah. Karena itu, kita mesti waspada dan komitmen untuk menghadapi tantangan,” katanya.

Sementara itu dalam pengantarnya sebelum seminar Andri Wongso, pakar ekonomi nasional Toni Prasetiantono mengatakan soal ekonomi Tiongkok yang sangat kuat. Karena disana mengandalkan tiga faktor, yaitu pembangunan infrastruktur yang terus menerus, liberalisasi perdagangan dan menarik modal asing. Langkah tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1979.

“Karena konsisten membangun infrastuktur, Cina (Tiongkok) menjadi negara yang kuat secara ekonomi dan cadangan devisanya. Cina juga berusaha melaksanakan even-even international yang berkesinambungan untuk menarik investor asing,” tutur Toni.

Andri Wongso saat seminar, membeber strategi perang yang dilakukan Sun Tzu. Dijelaskan bahwa Sun Tzu adalah panglima perang legendaris dari Cina. Andri juga mengkupas bagaimana berperang dengan strategi mengenal kelemahan diri sendiri dan lawan.

“Memenangkan perang tanpa harus menghancurkan lawan,” ujarnya.

Andri Wongso, pria asal Malang yang hanya mengenyam pendidikan formal sampai kelas enam SD saja. Tetapi dengan strategi yang tepat dan mental yang kuat, dia bisa menggapai kesuksesan. (sce/rhe/dem/ong)