GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
JOGJA – National Paralympic Committee (NPC) DIJ mengadakan seleksi daerah (selekda) untuk menjaring atlet-atlet berpotensi. Ini dilakukan untuk menghadapi Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) yang akan digelar di Jawa Barat Oktober mendatang.

NPC DIJ berharap bisa meningkatkan prestasi yang diraih di Peparnas 2012 silam di Riau. Kala itu, DIJ berada di posisi 12 dengan raihan 10 medali emas, 9 perak, dan 16 perunggu. Cabang panahan menjadi penyumbang medali terbanyak kala itu dengan 6 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. Disusul atletik dengan 2 emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Bulu tangkis kala itu menyumbang 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Satu emas lainnya disumbangkan dari angkat berat dengan 1 medali emas.

Ketua Biro Olahraga NPC DIJ Rumpis Agus Sudarko mengatakan, untuk Peparnas 2016 ini sesuai kuota yang diberikan NPC pusat, kontingen DIJ hanya 125 personel yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial.

“Kami berharap bisa mendapatkan atlet-atlet berkualitas lewat seleksi ini dan bisa meningkatkan raihan prestasi dibandingkan empat tahun lalu,” harapnya.

Seleksi atlet meliputi angkat berat, bulutangkis, catur, renang, tenis meja, dan voli duduk, atletik, panahan, tenis kursi roda, dan cabang olahraga baru yakni goal ball. Nantinya atlet-atlet yang lolos akan mengikuti Pemusatan Latihan daerah (Puslatda) selama 7 bulan untuk 10 cabang yang dipertandingkan.

Seleksi cabang olahraga (cabor) angkat berat sendiri diikuti oleh tiga atlet, yakni Untung Subagyo (Gunungkidul), Fariz Fadli (Kota Jogja), dan Supriyadi (Gunungkidul). Ketiga atlet ini diseleksi angkatan maksimal dengan mengacu pada limit angkatan Peparnas 2012 lalu di Riau.

“Di Riau 2012, Untung Subagyo bahkan memecahkan rekor nasional,” kata Wakil Ketua NPC DIJ Atok Suhartanto. (dya/din/ila/ong)