DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
KOMITMEN : Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo saat memimpin Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DIJ 2016 di The Sahid Rich Hotel Sabtu (20/2).

JOGJA-Pekan Olahraga National (PON) 2016 Jawa Barat September mendatang menjadi agenda paling penting bagi KONI DIJ. Diharapkan, KONI DIJ mampu mendorong atlet-atletnya meraih prestasi tertinggi dengan memfokuskan pembinaan pada beberapa cabang olahraga unggulan.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur DIJ Sri Sultan HB X pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DIJ 2016 di The Sahid Rich Hotel Sabtu (20/2). “Saya menitipkan harapan kepada KONI DIJ untuk lebih fokus melakukan pembinaan atlet terhadap cabang olahraga yang benar-benar berpotensi meraih medali,”ujar gubernur yang diwakili Asek I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sulistyo.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, beberapa daerah yang berprestasi telah fokus pada cabang olahraga tertentu yang berpotensi meraih medali. Dengan metode pembinaan sistem terfokus pada beberapa cabor potensial, diharapkan atlet yang dihasilkan bisa meraih prestasi baik di PON 2016 serta di ajang internasional.

Selain fokus dalam pembinaan terhadap cabor potensial, gubernur juga mengingatkan untuk terus melakukan pembibitan atlet yang bisa dimulai dari sentra-sentra keolahragaan yang ada. Misalnya, dari Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM), serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga mulau dari tingkat desa, sekolah hingga sentra olahraga yang ada. “Hanya dengan keuletan dan kerja keras, prestasi gemilang bisa diwujudkan. Seperti di ajang Porda, PON, SEA Games dan ajang lainnya,” ujarnya.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, siap bekerja keras untuk meningkatkan prestasi atlet-atletnya di ajang nasional. Dari hasil Pra-PON 2015, sebanyak 321 atlet DIJ lolos menuju PON 2016. Dari jumlah itu 174 merupakan atlet regular dan sisanya adalah atlet mandiri. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin, meski kami terkendala dana yang hanya mendapatkan Rp 20 miliar. Tapi, kami tetap akan usaha maksimal untuk meraih target 15 medali emas,” ujarnya.

PON XVIII-2012 silam, DIJ merasa kecolongan setelah sejumlah daerah melakukan pemaksimalan potensi atlet dengan mendatangkan pelatih-pelatih dan berlatih di luar negeri. “Kami upayakan untuk PON kali untuk melakukan hal yang sama yakni mendatangkan pelatih luar negeri dan berujicoba di luar negeri,” ujarnya.(dya/din/ong)