GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA – Setahun jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja, dukungan untuk sejumlah tokoh yang dijagokan bermunculan. Kali ini, dukungan untuk maju sebagai calon wali kota (cawali) ditujukan pada Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto.

Pria yang akrab disapa Inung ini mendapatkan dukungan dari Paguyuban Pelaku Ekonomi Wisata Alun-Alun Utara (Peta Altar). Deklarasi dukungan ini dilakukan belasan Peta Altar di depan regol Masjid Gede Kauman, kemarin siang (21/2).

Ketua Paguyuban Peta Altar Praptono menjelaskan, nama mantan Ketua DPRD Kota Jogja ini dianggap sebagai tokoh yang tepat untuk memimpin Jogja. Terlebih, sosoknya dianggap aspiratif, njawani, dan religius. “Bisa ngemong wong cilik. Itu yang terpenting,” tandas Praptono disela deklarasi.

Dia menambahkan, politikus dari PAN tersebut sangat kuat dari sisi ketokohan. Inilah yang membuat Peta Altar yakin Inung tepat memimpin Kota Jogja. “Kalau menjadi wali kota, beliau bisa mikul dhuwur mendem jero. Mampu menjaga nama baik Jogja maupun keraton,” ujarnya.

Selain itu, sosok Inung yang kuat dalam hal kultur Jawa juga mencerminkan keistimewaan DIJ. Apalagi, tutur kata Inung selama ini dikenal sangat halus. “Cermin orang Jawa yang bertata krama ada pada sosok beliau,” katanya dengan penuh keyakinan.

Praptono menegaskan, dukungan yang disuarakan untuk Inung tidak berkaitan dengan peristiwa penataan yang dilakukan di kawasan Alun-alun Utara. Dia berkilah, dukungan diberikan lebih karena melihat figur yang dianggap lebih baik.

Juru Bicara Peta Altar Ardianto menambahkan, paguyubannya merupakan wadah beberapa komunitas pelaku ekonomi di kawasan Alun-Alun Utara. Di antaranya, pedagang, pengemudi becak, hingga petugas parkir.

“Peta Altar itu lintas partai. Jadi bukan hanya dari satu partai saja. Kami sering bertemu, diskusi soal banyak hal. Melalui pernyataan sikap ini, kami juga ingin melihat siapa saja yang memang serius bersaing pada pilwali tahun depan,” terangnya.

Sebelumnya, dari internal PAN sendiri masih mencermati keinginan masyarakat. Mereka pun berterima kasih atas dukungan dari Peta Altar terhadap salah satu kadernya yang memang sengaja diperkenalkan ke masyarakat.

“Terima kasih atas tanggapan masyarakat,” kata Sekretaris DPD PAN Kota Jogja Rifki Listianto.

Dia mengungkapkan, untuk Pilwali 2017, partai berlambang matahari terbit itu belum membuat keputusan. Mereka masih akan menanti reaksi dari masyarakat. Siapa tokoh yang paling mendepatkan dukungan, itulah yang akan diusung di pertarungan perebutan kursi AB 1 A.

“Begitu pun dengan pengusungan nanti. Apakah akan menempatkan kader partai di kursi AB 1 atau AB 2. Itu semua tergantung dari proses politik yang berkembang,” tandasnya.

Terlebih, tekad PAN di Pilwali 2017 ingin mengulang prestasi dua periode sebelumnya. PAN bertekad bisa memenangkan Pilwali. “Kami realistis. Siapa yang paling diinginkan masyarakat, itu yang akan kami usung,” tuturnya.

Dari partai lain, PDI Perjuangan saat ini juga telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Ketua DPC PDIP Kota Jogja Danang Rudiatmoko mengaku, sudah ada satu kader yang dipanggil ke DPP guna proses pematangan.

“Pekan lalu dipanggil ke Jakarta untuk briefing dari ketua umum secara langsung yakni Bu Megawati,” katanya.

Danang tidak menampik, satu kader yang dipanggil tersebut ialah petahana yakni Imam Priyono. PDIP memang memberikan kesempatan bagi petahana untuk ditantang bertarung. “Inilah yang kemungkinan dilakukan Megawati dengan Imam Priyono,” ungkapnya. (eri/ila/ong)

Kuat dari Sisi Ketokohan