MUNGKID – Ratusan ikan budidaya di wilayah Kabupaten Magelang mati mendadak. Diduga kematian ini disebabkan oleh virus airumunas. Pemkab Magelang mencatat, setidaknya ikan yang mati mendadak tersebar di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan Dinas Perternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang, ikan mati terdapat di Sentra Budi Daya Ikan Desa Ngrajeg dan Desa Bojong, Kecamatan Mungkid. Selama dua pekan terakhir, ratusan ikan sudah mati.

Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang Sri Hartini mengatakan, cuaca ekstrem dengan kondisi yang tidak menentu diduga membuat bakteri mematikan itu berkembang. Sehingga virus airumunas menyerang ikan budidaya di wilayah Kabupaten Magelang. Parahnya penyebaran virus itu menyebabkan ikan produksi dan benih mati mendadak.

Ia pun mengimbau kepada petani ikan air tawar untuk mengantisipasi adanya virus airumunas itu. Diduga virus ini muncul lantaran cuaca ekstrem yang terjadi belakangan.

“Kalau musim kemarau kemarin belum terlihat. Sedangkan pada musim hujan ini baru terlihat, ternyata banyak usaha perikanan yang mengalami hal kejadian itu,” katanya.

Praktis kondisi ini pun merugikan petani ikan. Selain mengakibatkan kerugian ke petani ikan tawar, serangan virus juga mengancam volume pasokan ikan produksi dan benih ke luar daerah.

Menurutnya, saat ini Kabupaten Magelang menjadi pemasok ikan ke sejumlah daerah lain. Di antaranya Semarang, Jogjakarta, Solo, Boyolali dan Purworejo.

Hingga saat ini vaksin khusus untuk memutus rantai penyebaran virus itu juga belum beredar luas di masyarakat. “Harapan kami, jika petani mengalami kejadian serupa segera melapor. Dinas segera ada tindak lanjut dari petugas,” pintanya.

Pemkab Magelang merencanakan melakukan vaksin masal. Pemkab bekerjasama dengan kelompok tani yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. “Sebagai langkah awal, petani disarankan untuk melakukan pola distribusi air melalui bak tampung yang dialirkan ke dalam kolam,” jelasnya. (ady/laz/ong)