ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
JOGJA – Ribuan orang tadi malam (21/2) memadati sepanjang Jalan Abu Bakar Ali, Malioboro hingga Alun-Alun Utara Jogja. Para pengunjung ingin melihat dari dekat pertunjukan naga batik sepanjang 159,5 meter sebagai puncak perayaan Pekan Budaya Tionghua Yogyakarta (PBTY) 2016.

Naga batik yang panjangnya lebih dari lapangan bola itu dimainkan oleh 250 orang. Masyarakat sendiri tampak antusias menyaksikan penampilan naga batik dan pertunjukan seni lainnya. Mereka tampak merangsek untuk bisa lebih dekat lagi ke arah naga. Panitia dan keamanan pun sempat dibuat repot.

Puncak PBTY yang sudah berlangsung sejak 18 Februari di kawasan pecinan Ketandan itu juga diisi acara dari perwakilan berbagai kota. Misalnya dari Magelang, dan juga kota-kota di Jawa Timur. Ada liong serta barongsai. Semuanya bernuansa Imlek. Ornamen dan interior didominasi warna merah.

Event memperingati Imlek di Jogja ini resmi dibuka Gubernur Hamengku Buwono (HB) X Kamis malam lalu (18/2). HB X berharap PBTY bisa berlangsung lebih lama. Mengingat event ini telah menjadi daya tarik wisatawan. Penyelenggaraan PBTY sudah berlangsung sejak 2006.

Selama ini PBTY telah banyak mendapatkan pengakuan. Bahkan pemerintah daerah lain belajar ke PBTY untuk bisa menggelar event serupa. “Pelaksanaan PBTY mampu menginspirasi daerah lain,” kata HB X. (laz/ong)