Agung Budi/Radar Jogja
SEMAR : Kapolres Purworejo AKBP Th Arsida Septiana menyerahkan tokoh Semar pada dalang Ki Sunarpo GP dalam selamatan kantor baru Mapolres, Sabtu malam (20/2).

PURWOREJO – Penyelamatan budaya yang dilakukan seniman lokal harus mendapat apresiasi sejumlah pihak. Tanpa ada kepedulian dan peran pemerintah atau masyarakat, penggiat seni bisa tenggelam dan hilang dari peredaran.

Polres Purworejo juga memilih menggunakan seniman lokal untuk menutup rangkaian selamatan pemanfaatan gedung baru Mapolres di Jalan Gajah Mada Banyuurip Purworejo, Sabtu malam (20/2). Kantor baru tersebut menggantikan kantor sebelumnya yang ada di dalam kota.

“Kami sengaja tidak ingin mengambil dari luar. Kami ingin ingin nguri-uri budaya atau seniman di Purworejo,” kata Kapolres Purworejo AKBP Th Arsida Septiana.

Wayangan tersebut mengambil lakon Wahyu Katentreman. Secara simbolis, Arsida menyerahkan tokoh Semar pada Dalang Ki Sunarpo GP dari Grabag, Purworejo.

Hadir dalam acara tersebut , Bupati Purworejo Agus Bastian dan Wakil Bupati Yuli Hastuti, Wakil Ketua DPRD Munawir dan Yophi Prabowo, segenap Forkominda, serta tamu undangan lain.

Arsida mengatakan, pemilihan lakon disesuaikan keinginan jajaran Polres untuk mengawal terciptanya Purworejo yang aman, tertib, dan tenteram.

“Kami ada untuk masyarakat dan selalu berusaha mewujudkan Purworejo ini yang tenteram,” ungkapnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, wayang kulit merupakan budaya lokal yang harus dijaga keberadaannya. Ada beberapa bentuk kesenian lain yang juga harus mendapatkan dukungan dan ruang. Seperti Dolalak dan kuda kepang.

“Harus dibina bersama untuk melestarikan keberadaanya,” tegas Bastian.

Ditambahkan, sebenarnya Purworejo memiliki kekhasan wayang berbeda dengan wayang yang selama ini dikenal. Ia mengakui belum pernah melihatnya, yakni Wayang Bagelen.

“Saya pernah mendengar, tapi belum pernah melihat. Suatu saat akan kami angkat kembali sebagai kebanggaan bersama,” janji Bastian.

Bagus juga mengapresiasi Polres yang mengawal jalannya proses Pilkada 2015, sehingga berjalan aman dan kondusif.

“Ke depan, rasa aman, tertib, dan kondusif ini harus dijaga bersama. Tidak hanya polisi, karena tanpa partisipasi aktif masyarakat, semua tidak bisa diwujudkan,” tegasnya.(cr2/hes/ong)