MUNGKID – Kasus penjambretan kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Magelang. Setidaknya, ada beberapa lokasi menjadi tempat kejadian perkara, dalam rentang waktu hampir bersamaan. Diantaranya, di Kecamatan Salaman dan Dukun. Sasaran pelaku adalah pedagang sayur keliling. Biasanya, pelaku beroperasi saat korban hendak pergi ke pasar untuk mengambil dagangan. Pelaku beraksi di jalanan sepi yang minim lampu penerangan.

Belum pernah ada korban jiwa dalam aksi kriminalitas itu. Namun, aksi pelaku sangat meresahkan warga. Apalagi, sejumlah korban mengalami luka-luka atas musibah yang menimpa mereka.

Salah satu aksi jambret terjadi di Jalan Raya Magelang-Purworejo. Tepatnya di Dusun Nyamplung, Sriwedari, Salaman sekitar pukul 05.00 belum lama ini. Saat itu, korban dalam perjalanan menuju Pasar Krasak, Salaman. Pelaku merampas tas berisi uang milik korban.

“Informasi yang saya terima, pelakunya empat orang mengendarai sepeda motor. Ada yang membawa pedang,” kata Kepala Desa Sriwedari, Salaman, Saroso kemarin (22/2).

Kapolsek Salaman Iptu Sudarto mengaku tidak ada laporan tentang terjadinya aksi penjambretan tersebut. Kendati demikian, Sudarto mengimbau warga selalu
berhati-hati dan waspada saat berkendara di jalan raya, khususnya saat malam atau dini hari. Warga diimbau tidak mengenakan perhiasan emas yang bisa memancing niat jahat.

Selain itu, Sudarto meminta pemilik sepeda motor agar menambah kunci pengaman di kendaraannya. Itu guna mencegah tindak pencurian sepeda motor di tempat parkir.

Peristiwa penjambretan juga menimpa Ngamil, pedagang sayur asal Banyubiru, Dukun. Korban dijambret saat melintas di Jalan Dukun-Sumber, Kecamatan Dukun.

Salah seorang warga, Bayu Sapta Nugraha, mengatakan, korban dijambret dua orang asing sekitar pukul 03.30. Lantaran mempertahankan barang bawaannya, korban mengalami luka pada bagian tangan setelah disabet senjata tajam pelaku.

“Pelaku melarikan diri dengan uang rampasan. Warga lantas membawa korban ke puskesmas setempat,” ungkapnya.

Menurut Sapta, peristiwa lain terjadi di Jalan Muntilan-Talun. Korban bernama Nurohman juga seorang pedagang sayur keliling. Karena melawan, korban dilempar pedang hingga mengalami luka di bagian janggut.

“Korban selamat. Tapi, pelaku lagi-lagi kabur,” bebernya.

Gune menghilangkan keresahan masyarakat, Sapta berharap, pemerintah memasang lampu penerangan jalan. Selain itu, polisi juga harus lebih gencar berpatroli di jalan-jalan pedesaan. Setidaknya, hal itu diyakini bisa meminimalisasi tindak kriminalitas.(ady/yog/ong)