ENGGAK hanya ganteng fisik, namun juga ganteng prestasi. Beberapa kali menjuarai debat Bahasa Inggris, bahkan pernah mewakili Indonesia dalam ajang debat pelajar di Singapura.Sosok serius adalah kesan pertama yang terlihat pada laki-laki berkaca mata ini. Tetapi, setelah ber-bincang beberapa saat ia tampak menjadi orang yang mudah akrab. Satu per satu pertanyaan ia jawab dengan lugas dan tak lupa dihiasi dengan senyum.Muhammad Haykal Satria, siswa SMAN 8 Jogjakarta, nama pria tersebut. Saat ini duduk di kelas XII.

Cowok kelahiran Canberra 28 April 1999 ini pernah mewakili Indonesia dalam World School Debating Championship (WSDC) 2015 di Singapura dan berhasil meraih juara I National School Debating Championship 2015 di Ambon.Putra pasangan Elan Satriawan dan Rennta Chrisdiana ini mengaku mengenal debat sejak dia masih duduk di bangku SMP berkat dikenalkan kakaknya dan berlanjut mengikuti forum debat pelajar Jogjakarta.

Walaupun telah banyak mengantongi penghargaan, pria yang akrab disapa Haykal ini memi-liki motto hidup yang penuh sema-ngat. Yakni Carpe Diem Seize The Day yang artinya lakukan hari ini selagi kita mampu untuk mela-kukan yang terbaik. “Motto itu yang selalu aku terapkan dalam semua hal di hidupku. Aku ga mau menunda kesempatan. Aku terus mencari dan berjuang dengan kesempatan tersebut, memberikan kerja keras yang maksimal. Karena aku harus menjadi yang terbaik dari yang terbaik versi aku,” jelasnya mantap.

Cowok yang juga pernah men-dapatkan penghargaan sebagai pembicara terbaik dalam National School Debating Championship 2015 ini gemar sekali membaca buku. Baginya, dengan sering membaca dan berdiskusi deng-an berbagai kalangan membuat wawasannya semakin luas. Hal tersebut sangat berguna saat diri-nya mengikuti debat. “Dalam debat kita mengenal tim pendukung dan tim oposisi. Untuk itu kita perlu berwawasan luas agar dapat menyanggah atau-pun mendukung isu dengan alasan yang kuat. Selain pengetahuan logika berfikir juga harus berjalan,” tambahnya. (rin/iwa/ong)