GUNAWAN/RADAR JOGJA
INGIN SEMBUH: Pasien anak dan keluarga masih menempati lorong rumah sakit yang disulap jadi ruang perawatan, kemarin (24/2).
GUNUNGKIDUL – Banyaknya pasien anak yang menempati lorong RSUD Wonosari direspons cepat oleh pemkab Gunungkidul. Bupati Gunungkidul Badingah meminta agar pasien anak dipindah ke ruang perawatan lain, jika ruang perawatan kelas III penuh. Bahkan pemkab bersedia membantu menanggung biayanya.

“Saya minta sekda agar segera menghubungi pihak rumah sakit. Kalau bisa pindahkan pasien yang dirawat di lorong ke ruang kelas I, II atau VIP,” kata Badingah saat dikonfirmasi Radar Jogja, kemarin (24/2).

Dia menjelaskan, pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pjs Sekda Supartono agar melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit untuk menayakan keberadaan ruang perawatan yang kosong.

“Kalau memang ada ruang kosong, segera pindahkan tempat perawatan jangan di lorong. Pelayanan kesehatan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Diakui, kapasitas ruang perawatan rumah sakit pelat merah di wilayahnya memang terbatas. Karena itu, pemkab sudah mengkondisikan untuk memperluas ruangan. Jadi, nanti tipenya bisa ditingkatkan menjadi tipe B.

“Harapan kita, nanti kelas III bisa menambah ruang. Tapi semua itu butuh komitmen dan kerja keras dari semua pihak, utamanya jajaran direksi rumah sakit dan dokter spesialis,” terangnya.

Sementara itu, Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) RSUD Wonosari Aris Suryanto mengatakan, hingga sekarang (kemarin) masih ada pasien yang dirawat di luar ruangan. Namun Aris kembali mengatakan bahwa perawatan di luar ruangan sudah ada persetujuan dengan keluarga pasien.

“Sebenarnya tadi malam sudah ada pasien anak pulang rawat jalan. Namun satu pulang, sekarang satu lagi pasien masuk karena penyakit DBD (demam berdarah dangue),” kata Aris Suryanto.

Ditanya mengenai instruksi bupati agar memindah pasien ke ruang kelas lain, pihaknya sepakat. Namun demikian, harap dimengerti karena seluruh ruangan dari kelas I, II maupun VIP sudah penuh semua. “Tapi kalau nanti ada ruangan kosong, kami siap memindahkan pasien yang dirawat di luar ruangan tersebut ke kelas I, II atau VIP,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah pasien di RSUD Wonosari belakangan ini melonjak. Akibatnya daya tampung rumah sakit milik pemerintah itu tidak mencukupi sehingga diantara pasien terpaksa dirawat di lorong. (gun/ila/ong)