Agung Budi/Radar Jogja
LONGSOR : Upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Gebang, beberapa waktu lalu. Dari 16 kecamatan di Purworejo, lima belas di antaranya rawan bencana banjir dan longsor.
PURWOREJO – Empat kecamatan dari 16 kecamatan di Purworejo berpotensi mengalami bencana ganda. Yakni, longsor dan banjir dalam musim penghujan. Enam kecamatan menjadi kawasan rawan bencana banjir dan enam kecamatan lagi berpotensi terkena tanah longsor.

“Kalau tingkat kerawanannya diukur dari desa, ya kurang lebih ada 306 dari 494 desa/kelurahan yang rawan bencana banjir maupun longsor,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana
(BPBD) Purworejo Boedi Hardjono, kemarin (24/2).

Dijelaskan Boedi, kecamatan yang memiliki ancaman banjir dan longsor meliputi Purworejo, Pituruh, Bagelen, dan Gebang. Adapun ancaman banjir ada di Purwodadi, Ngombol, Grabag, Butuh, Bayan, dan Banyuurip. “Enam kecamatan rawan longsor di Loano, Kemiri, Kaligesing, Bruno, dan Bener,” katanya.

Satu kecamatan yang relatif bebas dari ancaman bencana, lanjut Boedi, adalah Kecamatan Purworejo. Selama ini, Kutoarjo hanya dilintasi Kali Jali yang memiliki debit air tinggi saat terjadi banjir, namun dampak banjir terjadi di Kecamatan Bayan maupun Grabag.

Menurutnya, dalam melakukan penanganan terhadap bencana banjir maupun longsor di Purworejo, BPBD mendapat dukungan dari berbagai pihak. Seperti TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan lainnya. “Terus terang kalau hanya mengandalkan kami, personelnya terbatas,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, memasuki Maret, intensitas hujan akan menurun karena puncak musim penghujan pada Februari ini. “Harus diwaspadai, karena kemungkinan adanya bencana tetap
tinggi. Biasanya angin ribut muncul menyusul pergantian musim,” imbuh Boedi.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, banyak bencana yang terjadi menjelang berakhirnya musim penghujan dan dampak yang ditimbulkan cukup tinggi. “Di 2014, terjadi hujan besar yang berakibat banjir dan tanah longsor di beberapa tempat. Hal-hal seperti itu terus diwaspadai,” katanya.(cr2/hes/ong)