SLEMAN – Anak-anak masih rentan terhadap kejahatan seksual. Belum selesai isu pencabulan yang menyangkut artis dangdut di ibu kota dibicarakan masyarakat, di Jogja terdapat delapan anak jadi korban pencabulan. Ironisnya, korban adalah anak-anak yang tinggal tidak jauh dari kos pelaku.

Polda DIJ menangkap seorang penjual pecel lele asal Wonosari, Gunungkidul, Sub, 31. Pelaku ditangkap karena melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Tidak tanggung-tanggung, jumlah korban pencabulan yang dilakukan pelaku sejak Desember 2015 itu sebanyak delapan anak.

Wadir Reskrimum Polda DIJ AKBP Djuhandani mengatakan, pelaku ditangkap pada Rabu (17/2) pekan lalu di kamar kosnya di daerah Depok, Sleman. Sedangkan korban tindak pencabulan pelaku adalah anak-anak laki-laki dan perempuan yang tinggal di sekitar kos pelaku.

Djuhandani menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari laporan pada 12 Februari 2016 dari orang tua korban yang melaporkan hal yang dialami anaknya. “Setelah kita lakukan penyelidikan, pelaku lalu ditangkap dan mengakui semuanya,” katanya kepada Radar Jogja, Rabu sore (24/2).

Dia mengatakan, sebelumnya korban yang melapor ke polisi sebanyak empat orang. Namun, dari hasil pengembangan polisi diketahui sementara ada delapan anak yang dicabuli pelaku. Usianya bervariasi mulai 4, 5, 8, dan 12 tahun.

Sebelum dicabuli, beberapa korban terlebih dahulu diajak pelaku bermain. Setelah itu dibawa ke dalam kamarnya dan dipertontonkan film-film porno. “Diajak main mobil-mobilan, terus diajak nonton video porno. Korban pencabulan semuanya berada satu kompleks dengan kos tersangka,” jelasnya.

Dari kamar kos pelaku, polisi menyita DVD porno yang ditonton pelaku, mesin pemutar, dan televisi. Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 290 dan Pasal 292 KUHP tentang tindak pidana asusila dengan ancaman hukuman 10 tahun.

“Tersangka saat ini sudah ditahan, berkas-berkasnya juga sudah lengkap termasuk bukti dan saksi-saksi,” tandasnya. (riz/ila/ong)