YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
BERPRESTASI: Bupati Sleman Sri Purnomo membacakan surat keputusan pengangkatan kembali Dwi Nurwata sebagai Direktur PDAM periode 2016-2020 kemarin (24/2).
SLEMAN – Dwi Nurwata SE MM kembali dipercaya Bupati Sri Purnomo untuk memimpin PDAM Sleman selama empat tahun ke depan. Sepak terjang Dwi yang juga menjabat direk-tur pada periode 2012-2016 memang tak diragukan lagi. Se-lama menahkodai badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pem-kab Sleman itu, Dwi terbukti mampu memberikan ke untungan bagi daerah, sekaligus mening-katkan layanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Kali ini, Dwi telah menyiapkan beberapa program krusial untuk meningkatkan performa PDAM. Dua prioritas utama adalah me-ningkatkan layanan pelanggan dan menekan tingkat kehilangan air. “Tentu kami akan berusaha memenuhi harapan pemerintah, sekaligus melayani kebutuhan masyarakat,” ujarnya usai dilan-tik menjadi direktur PDAM pe-riode 2016-2020 di Kantor Bu-pati Sleman kemarin (24/2).

Dalam percapatan pelayanan masyarakat, Dwi menyiapkan program “Sego Pinggiran”. Maksudnya, membangun jaringan perpipaan air bersih untuk wilayah Seyegan, Go-dean, Gamping, Minggir, dan Moyudan. Sasarannya adalah masyarakt berpenghasilan rendah. Sampai Desember 2015, jaringan pipa PDAM mencapai 28.288 sambungan. Pada 2016, Dwi menargetkan 2.000 sam-bungan baru.Sementara, guna menekan tingkat kebocoran air diterapkan zona sistem (distrik meteran). Sistem tersebut berfungsi men-deteksi kebocoran hingga 25 persen. Saat ini, tingkat kebo-coran air mencapai 28 persen. Angka itu jauh lebih baik diban-ding tahun-tahun sebelumnya, dimana kebocoran air mencapai 37 persen dari total produksi 310 liter/detik. “Memang butuh upaya spesifik untuk menekan kebocoran air,” jelasnya.

Usai melantik, Bupati Sri Purno-mo menuturkan, terpilihnya kembali Dwi Nurwata sebagai Direktur PDAM membuktikan bahwa kinerjanya selama ini memberikan progres positif ter-hadap kemajuan BUMD tersebut. Menurut Sri, prestasi tersebut terlihat dari data layanan dan jumlah pelanggan, serta laba yang dihasilkan. “Tampak pula pada hasil audit kinerja oleh BPKP DIJ,” ujarnya.

Hasil audit menunjukkan, PDAM memperoleh nilai 58,77 dengan predikat cukup pada 2012. Nah, predikat pada 2015 meningkat kategori baik dengan nilai 61,53. Demikian pula ber-dasarkan penilaian Badan Pen-dukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM). Pada 2012 mem-peroleh nilai 3,025, meningkat menjadi 3,67 di 2015, dengan kategori sehat. Sri berharap, PDAM ke depan turut berperan dalam pening-katan kesejahteraan masyarakat. Melalui jaminan ketersediaan air bersih. Orang nomor satu di Sleman itu juga mendorong PDAM agar terus berinovasi dalam pelayanan pelanggan dan program kerja. (yog/ong)