Adi Daya Perdana/Radar Jogja
MUNGKID – Sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Magelang berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat, terdapat 14 kecamatan dengan potensi bahu jalan yang terancam longsor. Pemerintah meminta masyarakat untuk hati-hati menghadapi musim penghujan seperti saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Sujadi mengatakan, dari 21 kecamatan, jalan di 14 kecamatan berada di daerah rawan longsor. Jalan itu terdiri atas jalan desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan jalan negara. Jalan ini rawan longsor karena rata-rata berada di daerah perbukitan.

“Perlu kita waspadai bersama,” kata Sujadi kemarin (24/2).

Jalan yang rawan longsor itu tersebar di berbagai titik. Seperti di Kecamatan Ngablak, Sawangan, Pakis, Borobudur, Kajoran, Windusari, Secang, Bandongan, Tempuran, dan lainnya. Untuk antisipasi terjadinya bencana, pihaknya menggelar sosialisasi dan menyampaikan ke para camat untuk ditindaklanjuti ke desa-desa.

“Hal ini penting karena Kabupaten Magelang beberapa waktu belakangan turun hujan dengan curah hujan tinggi,” jelasnya.

Menurut Sujadi, ancaman bencana ini sudah terbukti saat terjadi tanah longsor di jalan Magelang-Kopeng (23/2). Tebing dengan tinggi 20 meter dan sepanjang 35 meter di Dusun Puasan, Tejosari, Ngablak, longsor dan menutup akses jalan yang menghubungkan antara Magelang-Kopeng, Kabupaten Semarang dan Salatiga.

“Habis kemarau pori-pori tanah terbuka. Kemudian ada air yang mengalir tidak terarah. Ini mendorong daerah itu ke potensi rawan bencana,” jelasnya.

Untuk membuka akses jalan, sekitar 200 personel dikerahkan. Mereka atas TNI, Polri, warga dan relawan membersihkan material yang menutupi jalan. Selasa (23/2) malam, jalan berhasil dibuka, namun longsor susulan terjadi sekitar pukul 20.00.

Arus lalu lintas sempat dialihkan ke beberapa jalur. Seperti dari Pasar Tegalrejo melalui Grabag, jalur Daleman – Ngablak -Grabag, jalur Kaponan – Grabag – dan masuk je jalan alternatif desa-desa.

Meski demikian, kemarin (24/2) jalan Magelang-Kopeng sudah normal dan bisa dilalui. “Tebing di lokasi kejadian posisinya tegak lurus, sehingga perlu tindakan beberapa hal. Seperti laju air harus dialirkan ke parit,” jelasnya.

Selain di Kecamatan Ngablak, peristiwa longsor juga terjadi di Dusun Dadapan, Mangli, Kaliangkrik. Tebing dengan tinggi 15 meter dan lebar 12 meter mengalami longsor menimpa warung dan kios tambal ban.

Material longsoran juga sempat menutup akses jalan desa yang menghubungkan Dusun Dadapan dengan Dusun Mangli, Desa Mangli. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta. “Material tanah sudah dibersihkan bersama oleh Koramil, Polsek dan masyarakat,” kata Barokah, warga Kaliangkrik. (ady/laz/ong)