GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TERJUNKAN TIM PENYELIDIK: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar (baju putih) meninjau saluran irigasi yang dibangun menggunakan dana desa bantuan pemerintah pusat di Dusun Jetakan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (24/2).
BANTUL – Menteri Desa Pembangunan Daerah Terting-gal dan Transmigrasi Marwan Ja’far meminta lurah dan pamong desa tak perlu khawatir dalam mengelola dana desa. Politikus PKB itu menjamin kejaksaan maupun kepolisian tidak akan mengusut penggunaan dana yang berasal dari APBN tersebut. “Jaksa dan polisi tidak boleh mengusut. Jangan mencari-cari (kesalahan). Kecuali kalau mereka mencuri,” tegas Marwan di sela kunjungan kerjanya di Dusun Jetakan, Sumberagung, Jetis kemarin (24/2).

Marwan mengatakan, jaminan pengelolaan dana desa bukan tanpa alasan. Selama ini, penyerapan dana desa tergolong rendah lantaran pengelola ban-tuan (lurah dan pamong desa) takut terjerat kasus hukum jika salah bertindak. “Yang penting dibuat program dan dapat di-pertanggungjawabkan. Itu saja,” ujarnya.

Menurut Marwan, penyusunan APBDes bukan perkara sulit. Kemendes PDT dan Trans-migrasi juga telah menyeder-hanakan konsep pelaporannya. Rumusan ini telah disosialisa-sikan di seluruh kabupaten/kota. “Cukup dua lembar lapo-ran. Programnya apa, habis berapa, cukup. Tak perlu ribet,” ucapnya.

Kendati demikian, Marwan berharap pemerintah daerah tak tinggal diam. Pemkab di-minta mendampingi perangkat desa. Kabag Pemerintah Desa Setda Bantul Heru Wisman-toro membenarkan masih ba-nyak desa kesulitan mengelo-la dana desa. Bahkan, beber-apa desa belum selesai meny-usun APBDes 2016 hingga akhir Januari. Padahal, batas waktu penganggarannya akhir De-sember 2015. “Letak kesulitan pada peny-usunan rencana anggaran be-lanja (RAB) karena harus detail,” ungkapnya.

Hingga kemarin, tersisa satu desa yang belum menyerahkan APBDes 2016. Yakni, Srihar-dono, Pundong. Keterlambatan ini lebih disebabkan perbedaan pandangan antara lurah dan BPD. Saat pembahasan APBDes, belum ada titik temu antara mereka. (zam/yog/ong)