MAGELANG – Sebanyak 11 sekolah di Kota Magelang siap menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2016. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibanding tahun lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang Djarwadi mengakui, belum semua sekolah mampu melaksanakan UNBK yang membutuhkan banyak sarana, khususnya perangkat komputer. Sekolah penyelenggara UNBK harus menyiapkan komputer sedikitnya sepertiga dari jumlah peserta ujian. Ditambah lima persen untuk cadangan.

“Itu syarat minimal. Yang jelas kami aprasiasi perjuangan sekolah menerapkan UNBK,” ujarnya kemarin (25/2).

Pada 2015, UNBK hanya diseleneggarakan di SMKN 2, SMK Yudha Karya, dan SMK Satya Persada. Delapan sekolah menyusul, antara lain, SMAN 1, SMAN 4, SMKN 1, SMKN 3, SMK 17, SMK Muhammadiyah, SMK Kesdam, dan SMK Kristen 1.

Menurut Djarwadi, selain menyediakan unit komputer, kesebelas sekolah tersebut telah menyiapkan teknisi, sekaligus uji coba bagi para siswa.

Kabid Pendidikan Menengah Agus Sujito menambahkan, jumlah siswa peserta UNBK 2016 hampir pasti sama dengan 2015. Sebanyak 3.065 siswa SMK dan 1.846 SMA/MA. “Kepastiannya masih menunggu data dari pusat,” jelasnya.

UNBK secara serenta dilaksanakan pada 4-11 April. Sebelumnya, para siswa harus menjalani ujian sekolah.

Terpisah, Kepala SMKN 2 Magelang Supriyatno mengaku siap menjalankan UNBK untuk ke dua kali. Lembaganya memiliki tiga kelas computer, lengkap dengan server dan aplikasi Computer Based Test (CBT). Secara teknis, UNBK dilaksanakan dalam tiga gelombang.

“Kami optimistis siswa lulus 100 persen,” klaimnya.(cr1/yog/ong)