Hendri Utomo/Radar Jogja
KEBUTUHAN VITAL: Peresmian Pamsimas dan Deklarasi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Pedukuhan Janten, Desa Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo.

Selama Ini Air Sumur Keruh Tak Bisa Dikonsumsi

Saat musim hujan seperti sekarang ini, masih ada daerah yang krisi air bersih. Ini terjadi di Kulonprogo. Beruntung ada program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Hendri Utomo, KULONPROGO

Raut gembira terlihat pada wajah warga tiga desa. Yakni, Desa Janten, Hargowilis, dan Hargomulyo, semuanya di Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Mereka senang karena mendapat bantuan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selama ini, ketiga desa tersebut selalu mengalami krisis air bersih.

“Air sumur selalu keruh terutama saat musim hujan. Warnanya cokelat tidak bisa dikonsumsi. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya, tapi kemungkinan karena struktur tanahnya,” ungkap Kepala Desa Hargomulyo Burhano Arwin di sela peresmian Pamsimas dan Deklarasi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Pedukuhan Janten, Desa Hargomulyo, baru baru ini.

Burhan melanjutkan, jaringan PDAM juga belum sampai di wilayah ketiga desa tersebut. Sementara ini, warga hanya mengandalkan sumber mata air yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Dengan bantuan ini, kami merasa lega. Karena bisa menikmati air bersih setiap saat. Melalui Pamsimas air diambilkan dari sumur bor dan dialirkan melalui saluran-saluran hingga ke rumah warga,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang menjelaskan, di Kabupaten Kulonprogo ada 11 desa yang memperoleh bantuan Pamsimas. Tujuh desa menggunakan dana APBN melalui Kementerian PU. Sementara empat desa sisanya menggunakan APBD Kulonprogo.

“Masing-masing pengadaan membutuhkan dana Rp 220 juta. Pembangunannya diprioritaskan di daerah yang kesulitan air bersih. Harapannya, masyarakat tak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berhahap, bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan masyarakat dengan maksimal.

“Jangan lupa dijaga dan dirawat, agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” katanya.(hes/ong)