GUNAWAN/RADAR JOGJA
MENGGIURKAN – Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (kiri) semringah saat menghadiri acara panen raya tanaman cabai di Padukuhan Kernen, Ngunut, Playen kemarin (25/2)

GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul mendukung semangat para petani dalam pengembangan tanaman cabai. Selain untuk memperkuat pasokan komoditas di pasaran, semangat itu didasari prospek cabai yang menjanjikan.

“Tanaman cabai memiliki prospek bagus. Hasilnya cukup menguntungkan para petani,” kata Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi di sela-sela panen raya cabai oleh Kelompok Tani Gembuk di Padukuhan Kernen, Ngunut, Playen, kemarin (25/02).

Melihat peluang itu, pemerintah mendukung usaha pertanian dengan cara menambah luasan lahan cabai ke sejumlah wilayah. Dengan begitu hasil tani ke depan akan lebih meningkat kesejahteraannya. “Dengan penambahan lahan enam hektare di Desa Ngunut itu, total areal tanaman menjadi 7 hektare,” ujarnya.

Tidak hanya di Desa Ngunut, pemerintah juga berencana memperluas lahan petanian cabai ke wilayah lain. Jenis cabai keriting, menurut Immawan cukup cocok jika ditanam di wilayah terluas Provinsi DIJ tersebut.

Ketua Kelompok Tani Gembuk Sarwo Pranoto mengatakan, pengembangan satu hektare lahan di wilayahnya yang semula hanya menghasilkan 45 kilogram, kini naik menjadi 2 kwintal. “Harganya mencapai Rp 20.000 per kilogram. Asal perhitungannya tepat, menanam cabai memang lebih menguntungkan dibandingkan padi,” kata Sarwo Pranoto.

Sarwo menjelaskan, proses penanaman cabai di wilayahnya menggunakan sistem ramah lingkungan. Itu karena petani menggunakan pupuk organik. Tidak hanya itu, petani juga menggunakan sistem infus irigasi, yakni aliran air diangkat ke tower dan disalurkan ke tanaman.

Melalui perawatan yang baik, tanaman mampu menghasilkan cabai berkualitas. “Rencananya akan kembali mengembangkan tanaman cabai di lahan seluas 6 hingga 10 hektare,” jelasnya. (gun/din/ong)