JOGJA-Keterbatasan lahan untuk pelebaran jalan membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja hanya bisa merekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan menerapkan jalan searah. Kebijakan itu ditempuh, meskipun di beberapa penggal jalan hanya memindahkan kepadatan ke jalan lain. “Tapi masih normal. Volume jalannya masih di bawah 1. Itu satuan untuk ukuran kepadatan jalan,” jelas Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Windarto, kemarin (25/2).

Ia mencontohkan, penerapan Jalan Lempuyangan menjadi searah. Jalan lain seperti Jalan Bausrasan menjadi penuh. Juga Jalan Atmosukarto. Kini, kondisi jalan itu kian penuh sesak. Sebab, limpahan kendaraan dari Jalan Lempuyangan ke arah barat sejak diterapkan satu arah ke dua jalan tersebut.

Selain itu di Jalan Atmosukarto pun mengalami hal yang sama. Penerapan searah di Jalan Prof Yohanes menyebabkan kendaraan yang ke selatan menumpuk di Jalan Cik Di Tiro. Kemudian, yang mau ke selatan, menumpuk di jalan menuju jembatan layang Lempuyangan.

Kini, jalan searah bakal kembali bertambah. Ini setelah adanya rencana menerapkan searah di Jalan Tirtodipuran dan Jalan Prawirotaman. Jalan Tirtodipuran searah dari Jalan Parangtritis ke barat menuju Jalan DI Panjaitan. Jalan Prawirotaman khusus ke timur dari Jalan Parangtritis menuju Jalan Sisingamangaraja. “Penerapan searah di kedua ruas jalan itu juga untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Parangtritis. Secara resmi uji coba akan dilakukan mulai 1 Maret,” tambahnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Golkari Made Yulianto menutukan, persiapan penerapan sistem searah di Jalan Tirtodipuran dan Jalan Prawirotaman sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Bahkan hal itu atas masukan dari masyarakat setempat karena kondisi jalan yang cukup sempit.

Selama uji coba, pengendara yang melanggar hanya akan diperingatkan. Namun, setelah satu bulan setiap pelanggar bisa dikenai tilang oleh petugas kepolisian.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Bimbingan Keselamatan Dishun Kota Jogja Sugeng Sanyoto menjelaskan, penjagaan di dua ruas jalan tersebut akan dilakukan selama tiga hari. Selanjutnya, petugas hanya akan melakukan patroli karena rambu peringatan sudah dipasang secara permanen.

Total ada 25 rambu permanen yang akan dipasang di kawasan Tirtodipuran dan Prawirotaman. Hasil dari kajian yang sudah ia lakukan, akan ada pengurangan kepadatan di Jalan Parangtritis. “Karakter pengendara kan biasanya menghindari simpang jalan yang ada trafic light. Makanya nanti Jalan Tirtodipuran maupun Jalan Prawirotaman bisa jadi solusi,” tandasnya.

Di Kota Jogja, saat ini ada 15 ruas jalan yang sudah diterapkan searah. Rekayasa satu arah itu pun belum sepenuhnya mampu menekan angka kemacetan. Melainkan masih sebatas melakukan penguraian. Kemacetan di perkotaan bisa diatasi manakala ada pembatasan kendaraan bermotor serta memperluas kapasitas jalan serta transportasi umum. (eri/din/ong)