POTENSI: Suporter memiliki peran besar dalam kemajuan sepak bola. Selama ini, mereka selalu mati-matian mendukung tim ke stadion. Bila tidak mendapatkan tontonan bermutu, tentu mereka dirugikan.

SLEMAN-Instruksi Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar pencabutan pembekuan PSSI segera dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) disambut positif oleh kelompok suporter. Salah satunya kelompok suporter PSS Sleman, Slemania. Menurut mereka, bila kajian pencabutan pembekuan PSS dilakukan, Slemania ingin induk organisasi sepak bola tersebut mau mengubah pola kerja lama.

“Bila benar-benar dicabut PSSI harus berbenah. Jangan ada lagi pengaturan skor, tunggakan gaji pemain dan kontrak pemain yang tidak jelas,” kata Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto kepada Radar Jogja, kemarin (25/2).

Lilik menjelaskan, pencabutan pembekuan PSSI demi kepentingan bersama. Sebab selama kompetisi terhenti, banyak pihak yang dirugikan karena tidak ada pemasukan. Yang paling terasa ialah pemain.

Selain itu, pihaknya meminta kepada pengurus PSSI dan klub bekerja secara optimal. Sebab kelompok pendukung, sangat memiliki peran besar dalam kemajuan sepak bola.

“Selama ini suporter selalu mati-matian mendukung ke stadion dan harus mengeluarkan uang. Bila mendapatkan tontonan tidak bermutu tentu kami dirugikan,” tuturnya.

Sebelumnya, saat merayakan HUT ke-12, Minggu (14/2) lalu, suporter setia PPSM Magelang, Simolodro meminta pemerintah untuk segera menggulirkan kembali kompetisi sepak bola yang telah lama vakum. Liburnya kompetisi liga profesional selama dua musim terakhir ini, banyak membuat klub-klub merugi, terutama kasta divisi utama maupun di bawahnya.

“Kompetisi libur ini, juga meliburkan pendapatan para pedagang atribut dan makanan serta minuman ringan yang biasanya menjualnya di sekitar Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang. Jadi, tidak hanya para pemain, bahkan tukang parkir pun merugi akibat tidak ada kompetisi,” ungkap Pendiri Simolodro, Syamsuri.

Sementara itu Manajer PSS Sleman Arif Juli Wibowo mengatakan pertemuan 49 perwakilan klub di Ciamis, kemarin, belum membahas soal kompetisi. Pertemuan tersebut baru membahas soal kesepakatan bersama agar Kemenpora segera mencabut pembekuan PSSI.

“Ada tiga deklarasi kesepakatan yang ditandatangani bersama,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut, lanjutnya, berisi apresiasi kepada Presiden Jokowi yang menginstruksikan Kemenpora agar mencabut pembekuan. Kemudian, menuntut segera dilakukan reformasi total tata kelola sepak bola Indonesia sesuai dengan Statuta FIFA. Sedangkan deklarasi ketiga, menuntut segera berjalannya kompetisi di semua divisi.

“Jadi tidak lagi terus menerus menyelenggarakan turnamen-turnamen yang sekadar menghibur rakyat tanpa kejelasan pembinaan berkelanjutan,” tandasnya. (bhn/dem/ong)