Hendri Utomo/Radar Jogja
PULANG: Warga pendukung bandara yang menuntut relokasi gratis dan sempat menggelar aksi menginap di depan kantor Dinas Bupati, akhirnya ditemui Hasto Wardoyo.

Setelah Lima Hari Bertahan, Serahkan Empat Penyataan Sikap

Genap lima hari warga pendukung bandara yang menuntut relokasi gratis bertahan di depan kantor Bupati Kulonprogo. Kemarin (26/2), warga ditemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo secara langsung.

Hendri Utomo, Wates

Pada pertemuan tersebut, Bupati Hasto mendengar tuntutan warganya. Ia berjanji akan mengakomodir. Ia berharap, para demonstran membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hasto didampingi beberapa stafnya. Ia mengajak warga beraudiensi di selasar Kantor Dinas Bupati Kulonprogo dengan duduk beralas tikar.

Puluhan orang antusias menyimak penjelaskan. Kendati tetap menyertakan atribut seperti spanduk yang sebelumnya dipasang di depan halaman kantor bupati.

Hasto menjelaskan, aturan yang berlaku jika pembelian tanah warga dan apa saja yang ada di atasnya tersebut merupakan pemberian ganti rugi terhadap warga terdampak. Namun Pemkab Kulonprogo sebisa mungkin tetap mengakomodir permintaan warga yang menginginkan relokasi gratis.

Bahkan, pemkab sudah berupaya mengirim surat dengan kejaksaan tinggi (kejati) untuk melakukan kajian terkait payuh hukum. Yakni, seandainya memungkinkan dilakukan relokasi gratis bagi warga terdampak.

“Saya sudah berusaha. Salah satunya dengan berkonsultasi dengan Kejati,” ungkap Hasto.

Ia menambahkan, dalam audiensi, warga juga minta dipertemukan dengan Gubernur DIJ Sultan HB X. Hasti menyatakan, tak keberatan mempertemukan warga dengan Gubernur. Asalkan jelas pembahasan apa yang akan dilakukan.

“Jika kepingin bertemu Pak Gubernur, saya tidak keberatan menjembatani,” janji Hasto.

Pulung Raharjo, warga Palihan mengungkapkan, bersama warga lainnya sepakat mengakhiri aksi, lantaran pemkab Kulonprogo dinilai cukup kooperatif dalam menanggapi tuntutan mereka.

“Dari tiga tuntutan yang diberikan, pemkab menindaklanjuti semuanya. Memang belum ada kejelasan untuk relokasi gratis,” ungkapnya.

Menurut Pulung, warga menghormati upaya pemkab yang mencari jalan keluar, terkait tuntutan relokasi gratis. Warga berharap bisa bertemu dengan Gubernur DIJ.

“Selama ini alasanya karena keterbatasan pemkab, kami minta dipertemukan gubernur,” tegas Pulung.

Usai pertemuan, warga membubarkan diri. Mereka menyatakan tetap memantau perkembangan tuntutannya. Di akhir pertemuan, warga menyerahkan surat yang berisi pernyataan sikap pada Bupati Hasto.

Ada empat poin dalam pernyataan sikap yang diserahkan, Pertama, warga melaksanakan kewajibannya sebagai pihak yang berhak, sehingga sepantasnya mendapatkan hak-hak mereka. Kedua, pemerintah berkewajiban memenuhi tuntutan hak yang diajukan warga terdampak.

Ketiga, bupati akan akomodir keinginan warga bertemu langsung Gubernur DIJ. Terakhir, bila tuntutan warga terdampak khususnya terkait relokasi gratis tak dikabulkan, warga menolak pembangunan bandara.(hes/ong)