MUNGKID – Bupati Magelang Zaenal Arifin tak puas hanya memperoleh sertifikat Adipura 2015. Kali ini, Zaenal pasang target lebih tinggi untuk penilaian bidang lingkungan hidup itu. Yakni, penghargaan Adipura. Selain memastikan kebersihan kawasan perkotaan, Zaenal menyoroti mesin pengolah sampah milik RSUD Sleman.

Mesin tersebut belum memenuhi standar nasional dalam tingkat kapasitasnya. Menurutnya, hal itu menjadi catatan minus saat penilaian 2015. Karena itu, Zaenal meminta manajemen RSUD meningkatkan kapasitas mesin pengolah sampah tersebut. Setidaknya, sebelum tim penilai Adipura turun lapangan sekitar awal Maret.

“Itu (pengelolaan sampah) menjadi salah satu poin penting dalam penilaian,” ungkapnya saat meninjau mesin pengolah sampah di belakang gedung RSUD Muntilan kemarin (26/2).

Zaenal juga meminta dukungan seluruh warga Magelang. Untuk mewujudkan angan-angan sebagai kabupaten bersih, masyarakat diimbau rutin menggelar kerja bakti masal. Baik dilakukan di kantor-kantor pemerintahan atau swasta, sekolahan, dan permukiman penduduk.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Agus Liem menjelaskan, selain pengelolaan sampah, keberadaan taman kota turut mempengaruhi penilaian Adipura. Di Muntilan, taman kota terfokus di sekitar Taman Bambu Runcing. “Mari siapkan bersama taman itu untuk menyambut tim penilai,” ajaknya.

Dari pemantauannya di sejumlah lokasi, Agus cukup apresiatif. Menurutnya, ada peningkatan di titik-titik lokasi penilaian Adipura. Terkait optimalisasi mesin pengolah sampah RSUD Muntilan, Agus mengimbau agar dikerjasamakan dengan pihak ke tiga.(ady/yog/ong)