ilustrasi

PURWOREJO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di 43 desa dan 8 kecamatan. Dari program tersebut, mereka berhasil
mengidentifikasi penyandang cacat. Ternyata, jumlahnya mencapai seratusan orang.

Kegiatan para mahasiswa ini membawa misi program pengentasan kemiskinan dan pendataan terhadap penyandang disabilitas. Rencananya, akan dilakukan perumusan berbagai program dan disesuaikan dengan penyandang disabilitas. Program itu akan diluncurkan dalam periode KKN selanjutnya.

“Program pendataan terhadap penyandang disabilitas ini merupakan program baru yang didukung pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah,” kata Rektor UMP Supriyono saat menarik 866 mahasiswa KKN Tahun Akademik 2015/2016, kemarin (26/2).

Dikatakan Supriyono, jumlah riil belum diperoleh pasti. Karena temuan yang ada masih akan diverifikasi dan dihitung kembali oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP Purworejo.

“Dari laporan yang masuk, masing-masing desa ada 3-17 penyandang disabilitas. Dengan jumlah 43 kelompok, diperkirakan total mencapai lebih dari 100 orang,” imbuh Supriyono.

Dalam pelaksanaan program bagi penyandang disabilitas tersebut, Supriyono menyatakan pihaknya mengandeng Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) sebagai wadah penyadang disabilitas di Kabupaten
Purworejo.

Terpisah, Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purworejo, Sri Lestariningsih mengatakan, penyandang cacat di Kabupaten Purworejo telah terdata dan tercatat di bidangnya. Berbagai program dan kegiatan diberikan pada penyandang cacat sebagai upaya mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat disabilitas.

“Kami sudah menggelar berbagai pelatihan untuk penyadang cacat. Tujuannya, mereka mandiri dan bisa memiliki penghasilan sendiri bagi mereka, tanpa menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Sebenarnya, kami berharap bisa memfasilitasi mereka bekerja di berbagai bidang pekerjaan. Namun kami kesulitan. Karena perusahaan di Purworejo jumlahnya sedikit dan memilih pekerja
yang secara fisik sempurna,” ungkap Lestariningsih.(cr2/hes/ong)