MERTOYUDAN – Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Surya Chandra Surapaty mengajak generasi muda memperkuat kharakter melalui berbagai program sosial kemasyarakatan. Diantaranya, kependudukan, keluarga berencana (KB), dan pembangunan keluarga.

“Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,4% per tahun berdampak dalam demografi pada 2020,” ungkapnya saat menyampaikan materi kuliah umum di Gedung Gakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang belum lama ini.

Di hadapan sekitar 500 mahasiswa, Surya menjabarkan konsep kependudukan yang bermuara dari kuantitas dan kualitas.

Menurutnya, program KB yang mengemuka sejak masa orde baru justru melemah di era reformasi. Akibatnya, angka kematian ibu melahirkan meningkat. “Itu disebabkan ‘empat terlalu’,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu. Maksudnya, ibu melahirkan terlalu muda, tua, banyak anak, dan rapat jarak antar kelahiran.

Tak ketinggalan, pentingnya pengetahuan tentang konsep inisiasi menyusui dini dengan air susu ibu (ASI). Program yang digalakkan secara nasional itu berfungsi untuk kekebalan tubuh. Terutama ASI yang pertama keluar dan berwarna kuning.

Lebih lanjut, sosok kelahiran Palembang, 65 tahun lalu itu, menyinggung tentang substansi revolusi mental besutan Presiden Joko Widodo. Guna membentuk manusia yang berkompeten dan berkharakter. Yang memiliki integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

Surya menjelaskan, kharakter terbentuk oleh faktor triangle. Yakni, Tuhannya, dirinya, serta lingkungannya. Dalam kesempatan itu, Surya juga mengingatkan audiens agar menjalani revolusi mental dengan mengutip pernyataan Bung Karno. Bahwa Tuhan tidak akan mengubah suatu bangsa apabila bangsa tersebut tidak mengubah dirinya sendiri.(cr1/yog/ong)