KUSNO S UTOMO/Radar Jogja
TOLAK ISIS: Spanduk menolak paham ISIS di gerbang kampus UIN Sunan Kalijaga Jogja.
 
JOGJA – Lingkar Studia Agama Budaya dan Filsafat (LiSaFa) Program Pascasarjana Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja, terus menyeriusi upaya menangkal berkembangnya paham Negara Islam Irak Syiria (ISIS) di kalangan anak muda.

Setelah menggelar seminar nasional, upaya menolak paham ISIS itu juga dilakukan dengan membagikan ribuan stiker dan memasang sejumlah spanduk di pusat-pusat strategis seputaran Kota Jogja. Pembagian stiker dipimpin Ketua LiSaFa Muhammad Anshori didampingi Imam Mukhlis sebagai pelaksana kegiatan. “Ada 1.500 stiker yang kami bagikan. Ada pun spanduk terpasang di lima titik,” ujar Muklis di sela acara (25/2).

Lima titik itu adalah perempatan Jalan Timoho Jogja, perempatan Jalan Prof Notonegoro Sagan, pertigaan Jalan Wahidin Sudirohusodo, jalan lingkar selatan sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan gerbang timur kampus UIN Sunan Kalijaga.

Sedangkan stiker dibagikan di Titik Nol Kilometer, kampus Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan kampus UMY. “Stiker juga kami bagikan di kampus UIN Sunan Kalijaga,” terangnya.

Tujuan kegiatan itu dalam rangka kampanye sekaligus sosialisasi tentang bahayanya gerakan ISIS. LiSaFa meyakini pembagian stiker dan pemasangan spanduk itu menjadi sarana efektif menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Terutama kalangan mahasiswa yang selama ini ditengarai menjadi sasaran penyebaran paham ISIS. “Pesan-pesan itu dengan mudah tersampaikan,” katanya.

Muklis mengaku gembira melihat antusiasme warga dalam merespons kegiatan tersebut. Dengan adanya kampanye itu seolah-olah mengingatkan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat tentang bahayanya gerakan ISIS. “Ke depan gerakan penyadaran itu terus kami lakukan. Kami tidak akan berhenti bersuara,” ungkap Muklis. (*/kus/laz/ong)