Abraham Genta Buwana/Radar Jogja

JOGJA – Polresta Jogja menangkap pelaku pencurian barang-barang elektronik, Teduh Finistian, 30. Pelaku yang pernah nyantri di sebuah pondok pesantren (ponpes) ini mengaku nekat mencuri untuk membayar uang kos. Tikus kos-kosan mahasiswa ini pun harus meringkuk di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sebenarnya sih alasannya sepele. Si pelaku ini butuh uang untuk membayar kos yang nunggak. Karena itu ia nekat melakukan pencurian,” jelas Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Heru Muslimin kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (26/2).

Penangkapan pemuda asal Tuban, Jatim, ini berawal dari adanya laporan Sugeng Hendrik Kurniawan, seorang mahasiswa asal Kampar, Riau. Korban melapor kalau laptop dan sebuah ponsel miliknya raib saat ada di dalam kamar kos di Jalan Pakel Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, 26 Desember 2015.

“Setelah dapat laporan, langsung kami tindaklanjuti. Dilakukan penyelidikan dan pelaku akhirnya tercium berada di Jombang. Pekan lalu kami tangkap di sana,” ungkap Heru.

Menurut Heru, dari pemeriksaan diketahui pelaku dalam beraksi tidak menggunakan alat bantu. Pelaku dengan leluasa masuk ke kamar kos korban yang saat itu dalam keadaan sepi dan tidak terkunci. Kemudian dia langsung mengambil laptop dan telepon pintar, setelah itu langsung kabur.

“Saya kepepet karena sudah tiga bulan kos belum dibayar. Lihat ada barang dan kamar ndak dikunci, akhirnya muncul niat saya untuk mencuri,” kata Teduh di hadapan penyidik.

Modus kejahatan yang memanfaatkan situasi kosong ditinggal pemiliki pada kamar kos atau rumah memang banyak ditemui Satreskrim Polresta Jogjakarta selama pelaksanaan Operasi Curat Progo 2016 yang berlangsung 14 hari. Dimulai 1 Februari, selain Teduh, masih ada lima tersangka pencurian lain yang juga ditangkap polisi.

“Makanya kami minta kepada warga untuk benar-benar waspada ketika meninggalkan rumah atau kamar kos. Pastikan pintu selalu dalam keadaan terkunci, karena kalau tidak menjadi sasaran mudah pelaku kejahatan,” papar perwira polisi dengan satu melati di pundaknya ini.

Dengan modus memanfaatkan situasi yang sepi, lanjut Heru, biasanya para pelaku mengambil barang-barang yang mudah diambil. Maka tidak heran barang bukti yang didapat selama Operasi Curat Progo itu, polisi menyita sejumlah laptop, HP dan dua buah sepeda motor.

“Para pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP, ancaman tujuh tahun penjara. Dari enam pelaku, dua di antaranya tidak kami tahan dan menjalani wajib lapor sepekan dua kali,” tandas Heru. (riz/laz/ong)