Lahir tahun 2003, Brajamusti telah melakukan beberapa metamorfosis. Dimana perubahan-perubahan tersebut, bertujuan menjadikan wadah suporter PSIM Jogja ini lebih baik lagi. Kini memasuki usia ke-13 mereka ingin perayaan HUT, menjadi pemersatu antar anggota.
Dyah Sarmudyahsari – Jogja

Hastag #13ersatu telah diluncurkan ke berbagai media sosial dalam rangka HUT ke-13 wadah pendukung PSIM yang merupakan kepanjangan dari “Brayat Jogja Mataram Utama Sejati”. Brajamusti ingin seluruh anggota tetap menjaga ikatan kekeluargaan dan konsisten mengawal PSIM. Ditengah kevakuman kompetisi dalam satu tahun terkahir ini.

Menurut Presiden Brajamusti, Rahmad Kurniawan, pihaknya siap menggelar puncak acara HUT pada Senin (29/2) ini. Pria yang biasa disapa Mamek ini mengaku setahun belakangan kompetisi sepak bola tidak bergeliat. Namun kelompok suporter terbesar PSIM ini tetap ada dan mendukung klub sepak bola kebanggaan Jogja.

“Laskar Brajamusti tetap bersatu dan selalu berada di belakang PSIM Jogja. Apapun yang terjadi dengan kondisi sepak bola di Indonesia, organisasi tetap berjalan dan kita tetap melakukan hal-hal kreatif,” katanya, kepada awak media, kemarin.

Mamek mengatakan, saat pendataan kembali anggota laskar, tercatat ada sekitar 7 ribu anggota pada gelombang pertama. Bahkan diklaim masih ada sekitar 5 ribu anggota yang belum terdaftar. Melalui pendataan ulang, mereka yang berumur minimal 15 tahun bisa menjadi anggota dan memiliki kartu anggota yang resmi.

“KTA ini nantinya berguna untuk memghindari masuknya oknum yang ingin memanfaatkan secara negatif nama Brajamusti,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Panitia Sulistio Indarto mengatakan, rangkaian acara perayaan HUT ke-13 ini sudah dilakukan. Yakni sejak 15 Februari, tepat pada tanggal kelompok suporter ini berdiri.

“Kemarin kita juga lakukan kampanye damai, kita ingin tetap bersatu lewat sepak bola,” ujarnya.

Puncak acara hari ini, akan dimeriahkan oleh penampilan band Endank Soekamti. Acara yang akan dimulai pukul 15.00 terbuka untuk umum. Bahkan demi terciptanya kondusifitas selama acara, panitia telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk upaya pengamanan.

“Kita sudah mendengar wacana pembekuan PSSI akan dicabut, semoga ini benar-benar terwujud dan akan menjadi kado buat Brajamusti,” tandasnya. (dem/ong)