SLEMAN- Awal 2016, Bank Sleman mulai menggenjot optimalisasi target, agar capaiannya lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebagai salah satu badan usaha milik daerah (BUMD), bank perkreditan rakyat ini menggandeng berbagai instansi di DIJ untuk bekerja sama. Khususnya, penyaluran kredit multiguna.

Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit mengatakan, optimalisasi target dalam kerja sama tak sebatas penyaluran kredit. Begitu pula dalam pengelolaan dana.

“Kami menyediakan fasilitas jemput bola ke instansi. Tentunya dengan suku bunga menarik dan bersaing,” ungkap Sigit di sela gathering bersama para bendaharawan gaji pegawai Pemkab Sleman, akhir pekan lalu.

Kerja sama dengan banyak pihak terbukti mampu mendongkrak performa Bank Sleman. Sigit merinci, hingga akhir 2015, total aset mencapai Rp 629,86 miliar. Degan begitu, terjadi lonjakan cukup signifikan dibanding periode sebelumnya, sebesar Rp 105,31 miliar atau 20,08 persen. Pada 2014, omzet total Rp 524,55 miliar.

Sigit berharap, capaian tahun ini melebihi hasil yang diperoleh pada akhir 2015.

Sementara itu, acara gathering diisi sosialisasi, edukasi, dan literasi keuangan oleh Kasubag Pengawasan Bank I Kantor Otorits Jasa Keuangan DIJ. Materi lain, perencanaan keuangan dipaparkan Stafianita dari Akusara Financia.

“Memang rutin sebagai wujud silaturahmi, sekaligus apresiasi kami atas kepercayaan, loyalitas, dan kerja sama,” tegas Sigit.(yog/hes/ong)