SLEMAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman menyatakan siap membantu administrasi mantan Gafatar, jika ingin jadi warga Sleman. Hanya, administrasi dan kejelasan tempat tinggil menjadi syarat mutlak.

Kepala Disdukcapil Sleman Supardi mengaku siap membatu administrasi warga untuk mendapatkan KTP Sleman. Hanya saja, pengantar administrasi dari pihak RT hingga RW harus jelas, sebagai bukti diterima di masyarakat.

“Jangan sampai ada warga yang tidak memiliki status kependudukan. Mau jadi warga Sleman tidak masalah, asalah jelas tempat tinggal dan asal- asulnya,” tegas Supardi saat dihubungi koran ini kemarin (28/2).

Supardi menjelaskan, sebanyak 133 mantan Gafatar yang sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sudah mendapatkan legalitas kependudukan sebagai warga Sleman. Mereka merupakan warga Sleman yang pindah ke Kalimatan, karena mengikuti ormas Gafatar.

Ia menambahkan, para mantan Gafatar tersebut resmi mencabut kependudukan Sleman untuk berpindah ke Kalimantan. Saat kembali ke Sleman, mereka harus mencabut kependudukan di Kalimanan.

“Pengurusan pencabutan berkas dilakukan antardinas. Karena tidak mungkin mereka mengurus sendiri,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Supardi, masih ada warga eks Gafatar asal Sleman yang belum mendapatkan kartu kependudukan. Saat ini, mereka berada di rumah Singgah Diponegoro, Janti.

“Kami belum mengetahui secara pasti warga ini nantinya akan ke mana. Berdasarkan penelusuran orang tuanya berasal dari Bangka,” jelasnya.(bhn/hes/ong)