DWI AGUS/RADAR JOGJA
MUSISI: Erros Candra saat membagi ilmunya dalam Klinik Musik Simfoni Keistimewaan Warna-Warni Musik Jogja di Concert Hall TBY, kemarin (28/2).

JOGJA – Predikat Jogjakarta sebagai kota seni tak lepas dari musik dan musisinya. Salah satu peran musisi yang besar adalah menciptakan sebuah karya musik. Menurut gitaris Sheila On 7 Erros Candra, melahirkan sebuah karya lagu tergolong gampang-gampang mudah.

Menurutnya, butuh keberanian untuk mendobrak sebuah tradisi. Tujuannya, menghadirkan musik yang lebih kreatif dan segar. Sebab, dinamika pendengar dan penikmat musik terus berjalan seiring waktu.

“Patokannya gini aja, kalau lagu senang biasanya nada mayor, sedangkan sedih pakai minor. Kita ubah cara pandang ini,” kata Erros dalam Klinik Musik Simfoni Keistimewaan Warna-Warni Musik Jogja di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (28/2).

Dia menjelaskan, pada lagu Pria Kesepian ciptaaannya, sebenarnya lagu sedih dan ngenes. Tetapi, dia menggunakan nada mayor. Hal itu membuktikan bahwa lagu sedih tidak harus dibawakan dengan cara sedih pula.

Erros mengungkapkan, perlu sentuhan agar lagu tidak hanya sekadar barisan nada dan lirik. Salah satunya, membuat lirik yang dekat secara emosional. Sehingga kadang pendengar merasa lagu yang diciptakan sangat menceritakan dirinya.

Lagu ini bisa diciptakan berdasarkan pengalaman pribadi atau orang lain. Kombinasi antara kekuatan nada dan lirik juga perlu dipertimbangkan. Tujuannya, agar tidak ada tumpang tindih, yang justru membuat nyawa dari lagu tersebut tenggelam.

Erros tak menampik dunia kritik dalam musik tergolong kejam. Seperti dianggap menjiplak karena memiliki tune yang sama dengan lagu lainnya. Menurut Erros, selama pencipta lagu itu jujur maka tidak ada masalah.

Ini pernah dialaminya ketika lagu Anugerah Terindah dianggap menjiplak lagu Picture of You karya The Cure. Erros justru santai menanggapi isu ini. Baginya, mencipta lagu bisa juga wujud penghargaan terhadap musisi yang dianggap influence dalam berkarya.

“Ketika ada orang yang berkata seperti itu cuek saja. Selama tidak ganti lirik saja, dan menjiplak full nadanya. Ini bentuk ekspresi yang terinspirasi dari lagu orang lain. Wujud tribute dan penghargaan dengan cara kita,” ungkap pria kelahiran Jogjakarta, 3 Juli 1979 ini.

Menurut Erros, belajar musik yang paling penting adalah mendengarkan. Termasuk mendengarkan jenis musik dan siapapun musisinya. Dengan cara ini, maka akan memperkaya khazanah musik. Bahkan, sangat membantu untuk menghasilkan musik yang memiliki jiwa.

“Referensi itu penting. Sebagai song writer posisikan diri sebagai penikmat musik,” tuturnya. (dwi/ila/ong)