JOGJA-Kekurangan dana masih menjadi masalah mendasar bagi keberangkatan Kontingen DIJ ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Tetapi keurangan ini tidak menghentikan langkah KONI DIJ untuk terus mengupayakan yang terbaik demi bisa memberangkatkan atletnya ke Jawa Barat. Diantaranya dengan bakal menggelar malam penggalangan dana, dengan mengundang sejumlah pihak yang dianggap berpotensi memberikan dukungan.

“Kami masih mematangkan konsep malam penggalangan dana yang akan digelar. Kita bicarakan di internal. Ini tidak terlepas dari kondisi keuangan yang masih belum bisa mencukupi kebutuhan,” kata Ketua KONI DIJ GBPH Prabukusumo, kemarin.

Dikatakan, saat ini KONI DIJ hanya memiliki anggaran sebanyak Rp 3 Miliar. Sementara dana dari Pemda DIJ yang dianggarkan pada tahun 2016 untuk KONI hanya sebanyak Rp 20 Miliar. Padahal berdasarkan perhitungan, untuk memberangkatkan atlet ke Jawa Barat dibutuhkan anggaran sekitar Rp 26 miliar. Saat ini, pihaknya juga akan mencoba untuk mengajukan tambahan anggaran ke pemda.

“Kita akan temui pemda baik legislatif maupun eksekutif. Terserah siapa yang akan menemui. Kita akan meminta perhatian untuk para atlet yang akan berjuang atas nama DIJ di PON mendatang,” tuturnya.

DIJ saat ini sudah meloloskan 366 atlet untuk berlaga di PON XIX Jawa Barat. Jumlah tersebut termasuk atlet yang lolos dengan kriteria KONI DIJ sehingga persiapannya dibiayai oleh KONI melalui Puslatda PON 2016. Ditambah atlet yang lolos PON hanya dengan kriteria dari induk cabang olahraga (cabor).

Tercatat ada sekitar 185 atlet yang lolos ke PON tidak memenuhi kriteria KONI DIJ. Sehingga mereka harus melakukan puslatda mandiri atau dengan biaya sendiri.

“Untuk yang mandiri dengan dana yang ada, KONI DIJ hanya bisa membiayai lima puluh persen untuk biaya keberangkatan ke PON, atau sekitar Rp 6,6 Juta,” paparnya.

Menurut Prabukusom, pihaknya mengupayakan semaksimal mungkin agar semua atlet yang lolos bisa berangkat ke PON. Mengingat, perjuangan mereka meraih tiket di Pra-PON juga cukup besar dan pantas diapresiasi. (dya/dem/ong)