MUNGKID – Pedagang Pasar Muntilan meminta Bupati Magelang Zaenal Arifin menunda pembangunan pasar itu. Pedagang menginginkan pembangunan dilakukan beberapa bulan ke depan, bukan saat ini. Alasannya, agar pedagang bisa berjualan menjelang Lebaran tiba.

“Mohon pembangunan Pasar Muntilan setelah Hari Raya karena berkaitan dengan biaya dan penghasilan para pedagang,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Muntilan Untung Iskandar kemarin.

Ia mengatakan, penjualan sebelum Lebaran nanti berpengaruh terhadap penghasilan mereka. Khususnya satu minggu menjelang Lebaran. Selain itu, pedagang juga minta rencana lahan parkir kendaraan dapat di lantai atas pasar.

“Luasan yang ada untuk kios pedagang mohon jangan 3×3 meter, tetapi 4×4 meter karena terlalu sempit apabila digunakan sebagai grosiran, barang tidak mencukup,” jelas Untung.

Ia berharap dengan dibangunya pasar Tradisional Muntilan, ke depan akan mejadi lebih bagus. Selain itu juga lebih representatif yang muaranya akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Magelang.

“Pedagang juga minta bagi pedagang yang mempunyai izin SKHPTD (Surat Keterangan Hak Pakai Tempat Dasaran) agar di tempatkan pada lahan yang paling bawah,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, pemkab mengabulkan permintaan pedagang Pasar Muntilan untuk melakukan kepindahan ke pasar sementara pasca-Lebaran tahun ini. Kepastian ini diperoleh saat pedagang beraudiensi dengannya dan jajaran pemkab di Ruang Mendut Rumah Dinas Bupati Magelang kemarin (27/2). Sebelumnya, rencana pemkab melaksanakan pembangunan Pasar Muntilan pada Februari ini.

Pemkab Magelang merencanakan pembangunan Pasar Muntilan menjadi dua lantai. Alokasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 115 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai hingga 2018 mendatang.

“Pembangunan Pasar Muntilan akan kita lakukan. Kita anggarkan secara bertahap selama tiga tahun yang dimulai tahun ini. Anggaran yang sudah tersedia Rp 60 miliar,” jelas bupati.

Namun demikian, dengan adanya tuntutan dari pedagang, rencana itu menjadi mundur lima bulan dan disepakati kepindahan pedagang ke pasar sementara Juli mendatang. Yaitu setelah hari raya Idul Fitri dengan pertimbangan agar mereka masih mendapatkan kesempatan “prepegan” sebelum Lebaran.

“Sementara untuk usulan luasan kios disepakati 4×3 meter, mengingat luasan yang tersedia tidak memungkinkan untuk diberikan luasan yang melebihi luasan di atas. Sedangkan untuk parkir tetap berada di bawah,” katanya.

Dikatakan, keberadaan pasar sangat terkait dengan kebersihan. Untuk itu bupati berharap para pedagang dapat selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungannya. Mengingat pada akhir Maret akan dilakukan penilaian Adipura yang salah satu objek penilaianya adalah kebersihan pasar.

“Pemkab sangat berpihak dengan pedagang pasar tradisional. Kami melakukan kontrol akan keberadaan pasar modern agar tidak mematikan pedagang kecil atau pasar tradisional,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis berharap, para pedagang dapat menjaga suasana kondusif terkait kepindahan ke pasar sementara. Ia berjanji mekanisme pemindahan akan selalu dikoordinasikan dengan pedagang atau paguyuban pedagang. (ady/laz/ong)