GUNUNGKIDUL – Salah satu santri An-Nur Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul yang sebelumnya diberitakan hilang ditelan ombak di Pantai Parangtritis, akhirnya ditemukan kemarin (28/2). Jenazah santri yang teridentifikasi bernama Syafiudin Arrosyid, 15, itu ditemukan mengambang di sekitar Pantai Baron, Gunungkidul.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, korban tenggelam adalah warga Jipangan, Mulyodadi Bambanglipuro, Bantul. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan sekitar pukul 10.00 yang hendak berangkat mencari ikan di laut lepas. Nelayan kaget karena mendapati ada sesuatu yang mengambang dan mencurigakan. Setelah dipastikan ternyata tubuh manusia dalam kondisi tidak bernyawa.

Sekertaris SAR Gunungkidul Wilayah II Surisdiyanto mengatakan, ketika mendapat informasi adanya penemuan mayat langsung mengerahkan anggota. Diyakini mayat itu merupakan jasad santri korban tenggelam di Pantai Parangtritis beberapa waktu lalu. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan SAR Pantai Parangtritis dan Polairud Polda DIJ. “Kemudian kami antarkan jenazah tersebut melalui laut ke Parangtritis,” kata Sutrisno.

Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto menuturkan, lokasi ditemukannya korban berjarak puluhan kilometer sebelah timur lokasi tenggelam. Dengan begitu, masih ada satu korban lagi yang belum ditemukan yaitu, Muh. Fatih, 15.

“Jasad korban dibawa dengan perahu jungkung ke posko. Saat pertama ditemukan, kondisi jasad korban masih utuh. Tetapi, ada beberapa bagian yang sudah mengelupas,” ungkapnya.

Kemudian, tim SAR menyerahkan jasad korban pada pihak Ponpes dan keluarga untuk dimakamkan. Menurut Ali, tim SAR dibantu Basarnas DIJ dan Polairud Polda DIJ intensif melakukan pencarian satu korban lagi. Pencarian tak hanya dengan cara dan alat konvensional seperti menebar jaring di tengah laut. Tetapi, juga melakukan penyisiran di tengah dan pinggir pantai.

“Kami juga fokus (melakukan pencarian) di sisi timur Pantai Parangtiris. Jasad kedua bisa nyampe ke Baron kan karena arus bawah laut,” jelasnya.

Sebelumnya, enam santri ponpes An-Nur sekitar pukul 04.20 Jumat (26/2), terseret gelombang saat mandi di Pantai Parangtritis. Tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Tiga lainnya terseret hingga ke tengah laut dan tenggelam. Malam harinya, jasad Muh. Abdan Syakuro, 15, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad santri asal Karanganom, Klaten ini ditemukan 50 meter Barat lokasi kejadian. Tepatnya di Pantai Parangkusumo. Sedangkan satu korban tenggelam yang belum diketemukan yakni bernama M. Fatih warga Plambon, Temon, Kulonprogo. (gun/zam/hes/ila/ong)