Yogi Isti/Radar Jogja
TUMPENGAN: Kika, Kepala Dinas Kesehatan Mafilindati Nuraini, Bupati Sri Purnomo, Direktur RSUD Joko Hastaryo, dan Wakil Direktur RSUD Veronika Ida Widayati saat soft opening Gedung Terpadu RSUD “Morangan” Sleman, Sabtu (27/2).
SLEMAN – Setelah hampir tiga tahun, harapan Pemkab Sleman memiliki gedung rumah sakit yang representatif terwujud. Proyek fisik pembangunan gedung terpadu RSUD Sleman sejak 2013, telah selesai.

Direktur RSUD Sleman dr Joko Hastaryo berharap, rampungnya seluruh proyek sarana dan prasarana rumah sakit bisa menjawab keluhan masyarakat akan kurangnya fasilitas selama ini. Menurutnya, sekitar 75 persen keluhan masyarakat lebih pada keterbatatasan sarana dan prasarana. Ini berakibat pada layanan pasien tidak maksimal.

Meski banyak keterbatasan, Joko menyatakan, tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik pada pasien. Ini dibuktikan dengan diraihnya sertifikat ISO beberapa tahun yang lalu.

“Dengan dibangunnya sarana baru yang lebih lengkap dan bagus , tentu memacu seluruh jajaran memberikan pelayanan yang terbaik pada pengunjung RSUD Sleman,” papar Joko di sela soft opening Gedung Terpadu RSUD, Sabtu (27/2).

Selain gedung baru, manajeman rumah sakit yang lebih dikenal dengan sebutan RSUD Morangan ini melakukan beberapa inovasi. Di antaranya, menyediakan taman bacaan bagi pasien dan pengunjung, fasilitas pelayanan ramah anak, serta fasilitas open space. Seluruh fasilitas diharapkan memberikan suasana nyaman.

Bahkan, open space di lantai VI bisa dimanfaatkan sebagai taman bersantai serta melihat terbit dan tenggelamnya matahari, serta panorama Merapi.

Joko mengatakan, pelayanan rawat jalan di gedung baru beroperasi, mulai Senin (29/2). Selanjutnya, disusul pelayanan bedah terpadu, ruang bersalin, dan rawat inap.

“Operasional gedung baru tidak bisa dilakukan bersamaan, mengingat rumitnya memindahkan prasarana pendukung medis,” tegasnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo meyakini, gedung baru RSUD memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. SP-sapaan akrab Sri Purnowmo mengingatkan perlunya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Yakni, dengan rutin melakukan cek medis di rumah sakit.

“Sesuai harapan, RSUD bisa menjadi sarana wisata kesehatan bagi wisatawan yang datang ke Sleman,” katanya.

Soft opening gedung baru RSUD sekaligus jadi puncak peringatan HUT ke-38 badan layanan umum daerah (BLUD) ini. Bersamaan dengan itu, ada penyerahan Sertifikat Akreditasi Sempurna bagi RSUD Sleman oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit Pusat dr Waluyo Budi Wasista pada Bupati Sleman. Oleh bupati, kemudian diserahkan pada Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo.(bhn/yog/hes/ong)